Langsung ke konten utama Langsung ke navigasi utama Langsung ke sidebar Langsung ke footer
KANAL PACITAN

Jalan Mentoro-Arjosari Pacitan Sudah Mulus, Progres Pengaspalan Hotmix Selesai

Jalan Mentoro-Arjosari Pacitan Sudah Mulus, Progres Pengaspalan Hotmix Selesai

PACITAN,KANALINDOESIA.COM: Kondisi Jalan Mentoro-Arjosari di Kabupaten Pacitan mulai berubah setelah pengerjaan peningkatan jalan menggunakan hotmix berjalan. 

Ruas yang sebelumnya dipenuhi lubang, permukaan bergelombang dan debu kini mulai terlihat lebih mulus.

Perubahan tersebut terlihat pada sejumlah titik yang telah mendapatkan penanganan dalam proyek peningkatan Jalan Mentoro-Arjosari. 

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Pacitan, Suparlan, mengatakan hingga Rabu, 16 September 2026, progres fisik proyek telah mencapai 53,42 persen, melampaui target sebesar 20,59 persen.

Pekerjaan peningkatan jalan tersebut memiliki nilai kontrak Rp8,8 miliar yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) APBN Tahun Anggaran 2026.

Proyek dikerjakan oleh satu CV Pacitan, dan selesai pada Jumat, 27 November 2026 lalu.

Dari total panjang ruas jalan sekitar 9,7 kilometer, penanganan tahun ini difokuskan pada titik-titik yang mengalami kerusakan sepanjang sekitar 4,8 kilometer dengan perkerasan hotmix.

Sebelum mendapatkan penanganan, Jalan Prof. Dr. Moestopo yang menghubungkan wilayah Mentoro dan Arjosari tersebut menjadi keluhan warga.

Kerusakan ditemukan di banyak titik, mulai dari aspal mengelupas, permukaan bergelombang hingga lubang dengan ukuran dan kedalaman berbeda.

Kondisi jalan yang rusak juga membuat debu beterbangan ketika kendaraan melintas. Bahkan, warga di sepanjang ruas jalan harus menyiram badan jalan untuk mengurangi debu.

Sebelumnya, terdapat lebih dari 40 titik kerusakan berat di ruas jalan sekitar 10 kilometer yang melintasi Desa Mentoro, Purworejo, Banjarsari, Tambakrejo, Gunungsari dan Pagutan.

Di sejumlah titik, pengendara harus mengurangi kecepatan maupun bermanuver untuk menghindari lubang. Ketika hujan, lubang yang tertutup genangan juga menjadi persoalan bagi pengguna jalan.

Keluhan juga datang dari warga yang tinggal di sekitar ruas jalan tersebut. Mulyono (68), warga Dusun Duduhan, Desa Mentoro, sebelumnya mengatakan kerusakan jalan telah berlangsung selama bertahun-tahun.

“Sudah tujuh tahun rusak. Dampaknya dua tahun terakhir paling parah karena debunya,” katanya, Kamis, 11 Juni 2026.

Sementara itu, Runtami (57), istri Mulyono, mengatakan debu dari jalan turut berdampak terhadap usaha kecil yang pernah dijalankannya.

“Tiga tahun lalu saya masih jualan lotek dan minuman segar, tapi akhirnya tutup. Debunya ke makanan semua, nggak bisa kalau dilanjutkan, namun sekarang sudah dikerjakan pengaspalan Hotmix oleh pemerintah daerah,” ungkapnya.

Setelah pengerjaan hotmix berlangsung, kondisi pada titik-titik yang telah ditangani mulai berubah. Permukaan jalan yang sebelumnya rusak dan berlubang mulai tertutup lapisan aspal baru. ( Bc )

Bagikan

Baca berita lainnya:

Tambahkan ke Preferensi Sumber Indeks Berita