Langsung ke konten utama Langsung ke navigasi utama Langsung ke sidebar Langsung ke footer
KANAL NASIONAL

Nina Nugroho Ajak Pelaku UMKM Sekuat Baja dan Menjadi Berdaya

Nina Nugroho usai menjadi pembicara di event Mastermind Class Modest Fashion yang berlangsung di JCC Senayan, Jakarta, baru-baru ini.

JAKARTA,. KANALINDONESIA.COM: Desainer Nina Nugroho yang terkenal dengan hasil rancangan baju muslimah modern klasik, diundang sebagai pembicara pada event Mastermind Class Modest Fashion yang diselenggarakan Bank Indonesia bersama Indonesia Fashion Chamber (IFC) dan Indonesia Halal Lifestyle Center (IHLC) di JCC Senayan, Jakarta, beberapa waktu lalu.

Ia bersama 10 fashion desainer ternama Indonesia lainnya yakni Dian Pelangi, Vivi Zubedi, Ria Miranda, Khanaan, Chyntia Mahendra, Irna Mutiara, Tuty Atib, Jeny Tjahyawati, dan Istafiana Candarin berbagi kisah semangat perjalanan sukses dan mimpi-mimpinya di depan pelaku UMKM di acara bagian dari Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2021.

Sesi acara mastermind class yang dipandu oleh Ria R. Christiana menjadi sesi interaktif dengan para pelaku UMKM dikalangan desainer. Nina Nugroho membahas bagaimana mimpi-mimpi para desainer direalisasikan dalam real action dan membangun sinergi kolaborasi.

Desainer Nina Nugroho juga menyampaikan mimpinya, yakni membangun mentalitas perempuan Indonesia agar terlejitkan keberdayaannya.

‘’Saya tidak ingin hanya bisa berjualan, tetapi juga membangun value. Saat ini saya sedang mengkampanyekan Gerakan #akuberdaya yang bertujuan bersama melejitkan keberdayaan melalui apapun yang dimiliki,’’ ungkap Nina.

Nina sendiri mengaku telah membangun kolaborasi dengan sejumlah stakeholder dan UMKM supaya bersama bergerak sehingga fashion Indonesia diakui secara global.

‘’Kalau desainer lain bergerak dengan memberi pelatihan desain agar lebih berkualitas misalnya, maka saya lebih menitikberatkan membangun sisi mentalitasnya. Bekerjasama dengan asosiasi trainer untuk menggebrak mental perempuan Indonesia, agar memiliki mental sekuat baja dan menjadi lebih berdaya,’’ tutur Nina.

Selain desainer, acara tersebut juga dihadiri para ahli di bidang produk halal yaitu Sapta Nirwanda (Chairman of IHLC & Indonesia Tourism Forum), Jetti Rosila Hadi selaku (Vice Chairwoman IHLC), Diana Yumanita (Deputy Director Sharia Economy & Finance Department of Bank Indonesia), Ria R. Christiana (CEO DBRANCOM) serta Prof Carla Jones, antropolog dari Universitas Colorado, AS yang hadir secara virtual.

Mastermind Class sendiri adalah sebuah forum yang bertujuan untuk menjadikan para pengusaha modest fashion di Indonesia menyadari bahwa mereka adalah mastermind (orang dibalik) kesuksesan industri modest fashion Indonesia untuk bisa berjaya di pasar global.

Selain untuk membentuk kesadaran tersebut, kegiatan ini juga dilengkapi dengan business linkage dimana akan dilakukannya perkenalan dari lembaga wakaf produktif untuk membuka potensi-potensi kerjasama antara pengusaha modest fashion dan lembaga wakaf produktif.

Nina Nugroho (kiri) bersama rekan koleganya

Dalam paparannya secara virtual, Prof Carla Jones menyebutkan selama ini Indonesia sebenarnya telah dikenal sebagai salah satu pusat fashion dunia, namun sayangnya, lebih kepada fast fashion yang dalam banyak hal berseberangan dengan prinsip sustainability yang kini tengah menjadi perhatian dunia, dalam upaya merawat bumi.

Sementara modest fashion mengusung sustainability, inclusivity dan equity yang merupakan hal pokok dalam konsep halal. Sustainability, inclusivity dan equity merupakan faktor yang banyak dicari oleh konsumen di luar negeri, terutama Amerika Serikat.

‘’Karena itu modest fashion dari Indonesia yang mengusung faktor-faktor tersebut memiliki potensi besar untuk dikembangkan dan akan menjadi produk yang dicari oleh konsumen global,’’ ungkap Carla Jones, antropolog yang banyak meneliti perkembangan Islam di Indonesia.

Bagikan

Baca berita lainnya:

Tambahkan ke Preferensi Sumber Indeks Berita