Langsung ke konten utama Langsung ke navigasi utama Langsung ke sidebar Langsung ke footer
KANAL KEUANGAN

Perekonomian Indonesia Diprediksi Kembali Pulih di Tahun 2022

Asisten Deputi Penguatan Pasar Dalam Negeri Kemenko Perekonomian RI, Evita Manthovani. Foto: Rudi

JAKARTA, KANALINDONESIA.COM: Pandemi Covid-19 melumpuhkan perekonomian Indonesia termasuk sektor pariwisata, Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dan pelaku usaha lainnya. Seiring berjalannya waktu dengan dijalankan program pemerintah dalam percepatan program vaksin dan menjalankan protokol kesehatan (prokes) maka secara perlahan perekonomian Indonesia mulai bangkit.

Asisten Deputi Penguatan Pasar Dalam Negeri Kemenko Perekonomian RI, Evita Manthovani memprediksi perekonomian Indonesia akan kembali pulih di tahun 2022. Hal ini sejalan dengan terkendalinya kasus Covid-19 dan juga pelonggaran aktivitas masyarakat terutama dunia usaha akhir-akhir ini.

Walaupun masih dibayang-bayangi ketidakpastian baik global ataupun domestik, namun mobilitas masyarakat terus mengalami peningkatan sehingga mendorong geliat ekonomi.

Evita juga menyoroti ekonomi global juga saat ini terus tumbuh meski terbatas lantaran pandemi belum berakhir. Pertumbuhan tersebut juga ditopang oleh harga komoditas internasional yang membaik seiring peningkatan permintaan. Hal ini juga dialami oleh Indonesia dimana harga komoditas terus bergerak positif sehingga membawa harapan baru bahwa perekonomian di tahun 2022 mendatang akan tetap di jalur positif.

“Meski begitu kita masih harus menghadapi berbagai tantangan terutama dari isu ketidakpastian global seperti ancaman Covid-19 dan varian barunya, ketidakpastian geopolitok, tapering off dari The Fed, krisis energi dan isu perubahan iklim,” kata Evita dalam webinar zoom yang diadakan oleh Beritakota.id dengan tema Outlook Tantangan Ekonomi dan Kesiapan Industri di Tahun 2022, Rabu (24/11/2021).

Acara Webinar ini diselenggarakan atas kerjasama dengan Hotel Harper Cabang MT Haryono Jakarta dan juga disponsori oleh PT Pegadaian, PT Antam (Persero) Tbk, PT Shipper Indonesia dan Sharp.

Selain Asisten Deputi Penguatan Pasar Dalam Negeri Kemenko Perekonomian Evita Manthovani, hadir juga dalam webinar zoom ini M. Riyansyah selaku Regional Head Shipper Indonesia, Wakil Ketua Umum Bidang UMKM Kadin Indonesia, R M Tedy Aliudin, serta Ketua Umum Association Of The Indonesia Tours an Travel Agencies (ASITA), Artha Hanif.

Evita mengungkapkan bahwa pemerintah optimis ke depan di tahun 2022 perekonomian Indonesia akan tetap di jalur positif. Berdasarkan asumsi makro ekonomi diperkirakan tahun depan pertumbuhan ekonomi diperkirakan akan menyentuh level 5,2 – 5,5 persen. Kemudian inflasi 3 persen dan nilai tukar rupiah sebesar Rp14.350 per dolar AS.

“Pertumbuhan ekonomi kita akan tumbuh meski melambat, ini sinyal bagus dibandingkan negara lain yang belum bisa tumbuh positif. Ini tidak lepas dari pengaruh penerapan PPKM sehingga berdampak pada konsumsi masyarakat. Kedepan kami yakin akan lebih baik lagi,” jelas Evita.

Sementara itu, Regional Head Shipper Riyansyah mengapresiasi upaya pemerintah dalam mengendalikan penyebaran kasus Covid-19. Meski mayoritas industri terdampak namun untuk sektor jasa logistik dan pergudangan tumbuh cukup positif.

Hal ini terpengaruh oleh aktivitas masyarakat yang lebih banyak bekerja dari rumah selama penerapan kebijakan PSBB atau PPKM yang ditetapkan pemerintah.

Menurutnya kebijakan tersebut mendorong aktivitas masyarakat khususnya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dilakukan secara online atau daring. Tak heran jika selama pandemi Covid-19 aktivitas transaksi belanja online melalui berbagai macam kanal marketplace juga tumbuh signifikan.

Bagikan

Baca berita lainnya:

Tambahkan ke Preferensi Sumber Indeks Berita