PONOROGO, KANALINDONESIA.COM: Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Ponorogo menggelar acara Penutupan Pelatihan Dasar (Latsar) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Gedung Sasana Praja, Selasa (30/11/2021).
Acara itu digelar bekerjasama dengan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Jawa Timur
Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko didampingi Sekretaris Daerah Agus Pramono, Perwakilan BPSDM Provinsi Jawa Timur, Aries Irwansyah, menghadiri langsung penutupan Pelatihan Dasar CPNS golongan II dan III Kabupaten Ponorogo.
Ada total 492 CPNS golongan II dan III yang terdiri dari 176 orang laki-laki dan 316 orang perempuan yang mengikuti Latsar. Mereka didominasi oleh tenaga pendidik dan tenaga kesehatan.
“Hasil evaluasi lulusan penilaian berdasarkan disiplin, keaktifan, perilaku sehari-hari, kepemimpinan, perencanaan dan manajemen aktualisasi. Ditetapkan bahwa Latsar CPNS 2021 di Ponorogo, dinyatakan tidak lulus nihil, ditunda keputusannya nihil, sehingga seluruh peserta dinyatakan lulus,”ucap Kepala BKPSDM Kabupaten Ponorogo, Winarko Arief kepada kanalindonesia.com.
Ditambahkanya,” adapun peringkat yang dicapai peserta sebagai berikut: kualifikasi sangat memuaskan 120 orang, kualifikasi memuaskan 372 orang, dan kualifikasi cukup memuaskan nihil,”tegasnya.
Dalam sambutannya Sugiri berpesan semua lulusan LATSAR ini nanti ke depannya mampu menjalankan peran dengan baik dan setiap tindakannya dapat menjadi contoh yang baik bagi rakyat.
“Menjadi ASN berarti harus menjadi contoh bagi rakyat, contoh taatnya kepada peraturan, contoh dari penampilannya, contoh attitudenya, serta contoh tindak tanduknya,” tutur Bupati Ponrogo, Sugiri.
Bupati Sugiri berharap, agar para CPNS yang lulus ini nantinya dapat bekerja sesuai predikat yang telah diraihnya yakni memuaskan dan sangat memuaskan.
“Mereka mendapatkan predikatnya bagus-bagus jadi untuk ke depannya harus sesuai predikatnya yakni sangat memuaskan tidak boleh tidak,” lanjutnya.
Dalam penyelenggaraan kegiatan latihan dasar CPNS ini tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat untuk menghindari penyebaran Covid-19.(Helmy_kanalindonesia.com))
