MAGETAN, KANALINDONESIA.COM: Kerajinan bambu nampaknya makin lekat dengan Magetan. Dengan adanya produksi caping dan wadah tempat buah atau jajanan. Kini muncul lagi kerajinan tangan dalam bentuk pembuatan miniatur bangunan. Adalah Warony, warga Dusun Sangeng, Desa Pacalan, Plaosan. Membuat kerajinan miniatur bangunan dari bambu. Kreatifitasnya ia mulai sejak 5 bulan belakangan ini.
” Ini mulainya ya sekitar lima bulanan ini mas,” kata Warony.
Ide pembuatannya, karena banyak bambu di sekitar rumahnya. Baik bambu yang masih utuh maupun yang sudah potongan.
“Dirumah kan banyak bambu, ya daripada numpuk begitu saja, saya coba coba buat miniatur bangunan, gitu,” terangnya.
Ia mengaku tidak memiliki keahlian khusus soal pendidikan teknik sipil. Atau teknik rancang bangun. Pekerjaannya sebagai tukang kayu selama ini, diakuinya banyak memberi ilmu “teknik rancang bangun” ini.
“Kalau ilmu seperti itu ga punya mas. Ya mengalir saja. Kebetulan kan sehari hari nukang kayu”, jelas Warony.
Miniatur yang sudah dibuat antara lain menara Eifel, rumah gadang, kap lampu gantungan dan lampu tempel. Berbahan bambu, triplek untuk alasnya dan lem merk tertentu. Satu miniatur ia selesaikan antara 3 sampai 7 hari. Tergantung tingkat kesulitannya.
“Kalau bentuknya biasa, ya tiga sampai lima hari selesai. Tapi kalau rumit bisa sampai tujuh hari,” jelasnya.
Satu miniatur bentuk biasa ia banderol Rp250 ribu sampai Rp500 ribu. Kalau bentuknya rumit, bisa diatas Rp1 juta, tambahnya.
Mengenai pemasaran, ia mengaku baru dari teman ke teman.
“Masih lewat teman teman saja mas. Belum berani mengarah yang online,” ungkap Warony.
Seperti saat ini, ia sedang menyelesaikan miniatur pintu gerbang tiket Sarangan. Pesanan teman dari Jakarta.
“Ini lagi nggarap pintu tiket Sarangan. Pesanan dari Jakarta mas,” ujarnya.
(Arif_Kanalindonesia.com)
