Langsung ke konten utama Langsung ke navigasi utama Langsung ke sidebar Langsung ke footer
Daerah

Visions Of Peace Initiative Sebarkan Pesan Perdamaian Bersama 6 Agama di Indonesia

TANGERANG SELATAN, KANALINDONESIA.COM: Visions of Peace Initiative sebagai organisasi perdamaian non profit yang berfokus menyebarkan pesan perdamaian kepada generasi muda hadir di Vihara Boen Hay Bio, Tangerang Selatan.

Vihara Boen Hay Bio merupakan vihara tertua yang ada di daerah Serpong yang telah berusia tiga abad. Vihara ini juga merupakan Klenteng yang khas dengan budaya Tiongkok.

Dengan kehadiran Visions of Peace yang ke 56 ini, VOP telah bekerjasama dengan 6 agama besar di Indonesia yakni Islam, Protestan, Katolik, Hindu, Buddha, dan Konghucu, dengan konsistensi menyebarkan perdamaian ke berbagai penjuru Indonesia. Hingga kini, ratusan ribu anak muda telah berpartisipasi secara langsung maupun online.

Visions of Peace di Amerika, Princess Cheryl Halpern mengatakan acara Visions of Peace kali ini berkaitan dengan Hari Raya Waisak dan Hari Hidup Berdampingan dengan Damai yang dicetuskan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa. Acara ini juga dimeriahkan dengan barongsai, silat, tari saman, tarian sunda, dan lain-lain.

Dalam lomba Visions of Peace kali ini diikuti oleh berbagai agama dan dilangsungkan di Klenteng Boen Hay Bio sebagai contoh hidup berdampingan meskipun berbeda agama.

“Generasi muda, adalah garda depan untuk masa depan dan mereka perlu didorong untuk membawa standar kehormatan dan kesopanan. Saat ini kaum muda di seluruh dunia menghadapi tantangan serupa; apakah itu pelecehan di sekolah atau cyberbullying di internet, penggunaan narkoba, perekrutan ideologis oleh para ekstremis, depresi atau pikiran untuk bunuh diri. Selain itu, banyak cerita dan permainan yang ditayangkan dan dibagikan di berbagai media global dan platform jejaring sosial mendorong kefanatikan, fanatisme kebencian, dan kekerasan,” ujar Princess Cheryl Halpern.

Ia menjelaskan Visions of Peace Initiative mencakup Etika Timbal Balik, yang juga dikenal sebagai Aturan Emas, sebuah nilai universal yang mencakup semua agama dan tradisi. Etika Timbal Balik ini mengajarkan kita untuk, lakukan kepada orang lain seperti yang Anda ingin lakukan untuk diri Anda sendiri.

Namun, pilar penting perilaku sipil ini tidak diajarkan secara efektif kepada kaum muda saat ini. Visions of Peace Initiative berkomitmen untuk memberikan kepada kaum muda pemahaman yang berarti tentang perilaku etis melalui apresiasi terhadap nilai timbal balik.

“Untuk mencapai tujuan ini, Visions of Peace Initiative mengilhami kaum muda Indonesia di bawah usia 18 tahun untuk mengekspresikan pandangan mereka tentang toleransi dan hidup berdampingan secara damai melalui spektrum seni yang luas, termasuk menggambar, puisi, lagu, tari, dan film,” katanya.

Princess Cheryl Halpern menjelaskan, modalitas seni ini menyediakan platform multifaset untuk menjembatani kesenjangan sosial ekonomi, etnis dan agama. Dengan menggunakan bakat seni mereka, para peserta dapat menyalurkan ide-ide mereka dan berbagi perspektif mereka tentang toleransi, perdamaian dan rasa hormat satu sama lain.

Melalui presentasi mereka, lanjutnya,  para peserta juga dapat mengidentifikasi area keterasingan dan ketidakpercayaan yang mereka rasakan di antara mereka sendiri.

“Visions of Peace Initiative memberikan kesempatan penting untuk memelihara sikap komunikasi dan penerimaan yang saling menghormati. Setiap peserta VOPI menjadi advokat toleransi karena mereka membawa visi dan pemahaman mereka tentang Etika Timbal Balik dan ‘Aturan Emas’ ke rumah mereka, sekolah mereka dan komunitas mereka,” katanya.

Bagikan

Baca berita lainnya:

Tambahkan ke Preferensi Sumber Indeks Berita