Langsung ke konten utama Langsung ke navigasi utama Langsung ke sidebar Langsung ke footer
KANAL PONOROGO

Dinas Lingkungan Hidup Ponorogo Tengahi Keluhan Soal Lalat dan Bau Ayam di Koripan Bungkal, Ini Hasilnya

Dinas Lingkungan Hidup Ponorogo Tengahi Keluhan Soal Lalat dan Bau Ayam di Koripan Bungkal, Ini Hasilnya
tulisan protes warga setempat terkait merebaknya lalat dan bau ayam beberapa waktu lalu. (foto: Istimewa)

PONOROGO, KANALINDONESIA.COM: Dinas Lingkungan Hidup (DLH) melakukan mediasi atas keluhan warga Desa Koripan Kecamatan Bungkal terkait jutaan lalat kandang ayam yang memasuki rumah-rumah warga, Kamis (25/7/2024).

Di ruangan Bidang Penaatan dan Penataan Perlindungan dan Pengelolahan Lingkungan Hidup, perwakilan warga dan pemilik kandang ayam dipertemukan untuk mendiskusikan solusi atas lalat kandang ayam yang merebak.

Galih Yoga, salah satu perwakilan warga yang datang mengatakan bahwa masalah lalat tersebut sudah 2 kali diadakan mediasi. Akan tetapi hasilnya sama saja.

“Udah mediasi 2 kali dan ini tadi belum mencapai keputusan yang tegas. Kami baru dijanjikan apabila masih ditemui melakukan pelanggaran, maka dari dinas LH dan juga Dinas Peternakan menyampaikan aka ada opsi pencabutan izin usaha. Di mediasi  yang pertama bulan januari lalu di desa Kalisat, kan sudah janji perbaikan tapi perjalanan waktu malah tidak ada perbaikan, kemarin yang terakhir malah limbah dibuang ke sungai,”ungkapnya.

Dia melanjutkan, bahwa lalat yang merebak sudah masuk pada dapur-dapur warga dan membuat udara lingkungan menjadi tidak segar.

“Kami harap ini mediasi yang terakhir, dampak nyata yang di masyarakat dampak nyata diantaranya lalat dimana-mana terutama di sekitar wilayah makan di dapur kami. Kalau dibiarkan, otomatis nanti ada Penyakitnya. Selain itu, setiap kami keluar rumah itu bukan udara yang segar  yang kita rasakan, melainkan tidak sedap dan bahkan tetangga saya itu harus pakai masker ketika keluar rumah,”lanjutnya.

Sementara itu, Nurdianto pemilik kandang ayam menyebut lalat yang merebak tersebut disebabkan ujicoba alat baru yang dinilainya lebih efisien dalam pengolahan limbah kotoran.

“Sebenarnya kita ini ingin menggunakan cara yang baru dalam pengelolaan kandang, akan tetapi cara ini belum diimbangi dengan penanganan limbahnya. Nah makanya menjadi persoalan ketika menjadi masalah timbul lalat. Dan untuk kedepanya akan menggunakan pola yang lama jadi pakai sekam, tetapi kita sebenarnya juga tidak henti-hentinya untuk berinovasi. Bagaimana caranya pemeliharaan untuk ayam itu baik baik ayamnya maupun lingkungannya,”tuturnya.

Dia juga mengatakan bahwa kandang ayam milikya sudah berjalan 5 tahun, dan untuk keluhan baud an lalat terjadi dalam kurun waktu 1 tahun kebelakang.

“kalau masalah bau dan lalat ini. Sebenarnya kita ini sudah melihara ayam sudah berjalan 5 tahun. Nah, yang muncul keluhan lalat ini kan hanya 1 tahun kebelakang. Untuk duduk masalahnya, kami pada saat lalat merebak itu sedang melakukan panen, jadi harus membuka kandang dan konsekuensinya bau dan lalat bisa keluar kandang. Tapi untuk sekaran intensitas bau dan volume lalatnya sudah berkurang,”ungkapnya.

Bertindak sebagai penengah, Arief Kurniawan Kabid Penaatan dan Penataan Perlindungan dan Pengelolahan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Ponorogo menyatakan pihaknya akan menggandeng berbagi pihak untuk menindaklanjuti keluhan warga. Jika masih ditemukan pelanggaran, pihaknya membuka opsi untuk pencabutan izin usaha.

“Masyarakat dan pemilik kandang kami fasilitasi agar ada titik temu antara pemilik kandang dengan masyarakat. dalam waktu yang sesingkat mungkin masalah bau dan lalat sudah tidak menjadi masalah lagi di lingkungan desa dan nanti kotoran ayam yang sekarang masih tertumpuk di lokasi kandang itu nanti oleh pemilik kandang nanti segera didistribusikan ke depan untuk menanam jagung. Ini adalah warning terakhir, jika masih ada pelanggaran maka akan ada sanksi termasuk opsi pencabutan izin usaha,”pungkasnya. (Imam_kanalindonesia.com)

Bagikan

Baca berita lainnya:

Tambahkan ke Preferensi Sumber Indeks Berita