Menu

Mode Gelap
Bersama Pemkab Ponorogo, UMPO Launching Aplikasi Digital-Media Reka Creative Desa Gagal Pengereman, Hasil Penyelidikan Laka Bus Wisata di Magetan Grup Band Slank Bakal Ramaikan Kota Tidore 3 Terdakwa Kasus Ambruknya Seluncur Kenpark Diadili di PN Surabaya Operasi Skala Besar Gengster, Jajaran Polrestabes Surabaya Amankan 26 Orang Pemuda

Kanal Keuangan · 20 Okt 2022 07:02 WIB

Kondisi Ekonomi Indonesia 2023 Optimis Namun Waspada


					Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati Perbesar

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati

JAKARTA, KANALINDONESIA.COM: Indonesia memiliki tantangan ekonomi yang berbeda dari tahun sebelumnya, terutama kendala dari sisi supply, disebabkan karena beberapa hal, hingga Menkeu katakan kondisi ekonomi Indonesia 2023 optimis namun waspada.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan, akibat dari dampak pandemi maupun karena terjadinya perang dan geopolitik, sementara dari sisi demandnya terus bertambah sehingga meyebabkan kompleksitas.

“APBN akan terus di desain untuk bisa menjawab perubahan dari resiko dan dinamika ekonomi, baik global yang kemudian merembes ke dalam negeri kita. Ekonomi 2023 kita optimis namun kewaspadaan sangat tinggi,” ungkap Menteri Keuangan pada pembukaan Seminar Nasional Badan Keahlian DPR RI, Rabu (19/10/2022).

Menkeu kembali menjelaskan bahwa, tingkat kewaspadaan ini ditunjukkan dengan postur APBN tahun 2023 yang mengusung kebijakan defisit kembali di bawah 3% sesuai dengan undang-undang nomor 2 tahun 2020, juga dengan meningkatkan fundamental ekonomi dari sisi produktivitas, serta menjaga dari sisi belanja dan penerimaan negara yang harus disiplin dan efektif.

“Untuk belanja berdasarkan kementerian/lembaga maupun belanja ke daerah harus dilihat dan diperbaiki kualitasnya. Kita akan terus melakukan reformasi sisi pendapatan. DPR juga telah menyepakati dengan pemerintah revisi dari undang-undang perpajakan melalui UU HPP dan UU HKPD. Ini adalah salah satu milestone reform yang sangat baik,” ungkap Menkeu.

Lanjutnya, pada 2023 pemerintah juga akan meningkatkan produktifitas dari sisi belanja yaitu dengan meningkatan kualitas sumber daya manusia termasuk meningkatkan kualitas pendidikan, pemberian bantuan sosial, meningkatkan ketahanan pangan, serta meningkatkan kualitas dan fasilitas kesehatan.

“Sedangkan belanja kesehatan akan kita jaga pada level 5% dari belanja, fokusnya adalah untuk belanja-belanja kesehatan dari sisi pembangunan fasilitas kesehatan atau layanan kesehatan primer, sekunder, dan perbaikan kualitas pelayanan kesehatan secara umum. Tentu juga tetap memberikan dukungan terhadap kebijakan pelayanan kesehatan dan asuransi kesehatan secara nasional,” terang Menkeu.

Menkeu juga menyampaikan komitmen Indonesia untuk terus menjaga optimisme, namun pada saat yang sama tetap waspada yang sangat tinggi.

“Untuk itu APBN akan terus kita jaga untuk terus bisa menjaga dari sisi demand, supply, namun APBN sendiri juga harus makin kuat, makin sehat. Sementara kerjasama antara fiskal, moneter, dan sektor keuangan akan terus diintensifkan karena tantangan memang bergeser kepada sektor keuangan tersebut,” tutupnya.

Artikel ini telah dibaca 81 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

UIN Sunan Gunung Djati Kеmbаlі Tеrіmа Piagam Penghargaan Murі

8 Desember 2022 - 23:37 WIB

Menhan RI Bersama Wakasad Kunjungi Posko Bantuan Bencana Kopassus di Cianjur

7 Desember 2022 - 21:42 WIB

Kunjungan Menhan ke Posko bantuan bencana

Pemerintah Putuskan Kompetisi Liga 1 Dilanjutkan

7 Desember 2022 - 05:14 WIB

Pemerintah Proyeksikan Perekonomian Nasional 2023 Tumbuh 5,3 Persen

7 Desember 2022 - 05:11 WIB

Presiden Sampaikan Sejumlah Arahan dalam Sidang Kabinet Paripurna

7 Desember 2022 - 05:08 WIB

Piala Dunia U-20 2023, Menpora Amali: Kita Sudah Siap sebagai Tuan Rumah

7 Desember 2022 - 02:12 WIB

Piala Dunia U-20 2023, Menpora Amali: Kita Sudah Siap sebagai Tuan Rumah
Trending di Kanal Nasional