Langsung ke konten utama Langsung ke navigasi utama Langsung ke sidebar Langsung ke footer
Opini

Agama Memanusiakan Manusia

Dibutuhkan komitmen kuat, pengertian, kesabaran, cinta-kasih, dan tanggung jawab bersama untuk menjalin relasi yang hangat, akrab, intens dan bermakna dengan pasangan.

Memang tidak mudah, tapi tidak sedikit di antara kita berhasil membangun relasi demikian, bahkan mempertahankannya sampai ajal menjemput.

Sejak tahun 2012, Badan Internasional PBB mengembangkan sebuah cara mengukur tingkat kebahagiaan manusia melalui WHI (World Happiness Index). Indeks ini bukan hanya mengukur kemajuan ekonomi, melainkan juga mengukur hal lain di luar ekonomi, seperti social support, level of trust, freedom of choice, good governance, dan human rights.

Pengukuran ini lalu dikenal dengan indeks kebahagiaan manusia. Menarik disimak bahwa dari tahun 2012 s/d 2016, negara Denmark menempati urutan pertama sebagai negara yang penduduknya paling bahagia.

Selain Denmark, tiga negara lain yang juga penduduknya paling bahagia, yaitu Switzerland, Iceland dan Norwegia.

Mengapa Denmark? Penelitian tersebut menemukan paling tidak ada delapan alasan. Pertama, masyarakat Denmark memiliki kualitas kehidupan sosial yang hangat. Kedua, memiliki tingkat trust (rasa percaya) yang sangat tinggi. Ketiga, sangat memperhatikan kehidupan keluarga. Buktinya, jika seorang isteri melahirkan, bukan hanya isteri mendapatkan cuti, melainkan suami pun mengambil cuti selama 4 bulan.

Bagikan

Baca berita lainnya:

Tambahkan ke Preferensi Sumber Indeks Berita