Langsung ke konten utama Langsung ke navigasi utama Langsung ke sidebar Langsung ke footer
Opini

Agama Memanusiakan Manusia

Di sinilah agama menjadi fungsional sebagai suluh penerang (hudan) bagi umat manusia.

Sebagai penutup, saya ingin menyimpulkan, jika pandangan keagamaan Denny JA diimplementasikan dalam kehidupan nyata sehari-hari akan terbangun sikap keagamaan yang amat manusiawi.

Sikap itulah yang mendorong manusia untuk saling mengapresiasi dan berkolaborasi penuh kasih-sayang dan kedamaian.

Kondisi sosial-keagamaan yang demikian merupakan syarat utama bagi tumbuhnya peradaban yang maju. Wallahu a’lam bi al-shawab.

Prof. Dr. Musdah Mulia, M.A. Dikenal luas sebagai perempuan ulama, intelektual dan aktivis kemanusiaan yang bersikap sangat kritis terhadap berbagai pandangan mayoritas yang tidak rasional dan tidak humanis, khususnya dalam isu agama. Anggota Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia (AIPI) dan Women Shura Council di New York.

Salah satu pendiri Indonesian Conference on Religion and Peace (organisasi lintas iman). Pendiri Yayasan Mulia Raya yang aktif melakukan pendidikan damai, khususnya bagi kalangan milenial dan Gen-Z.

Karya-karyanya vokal menyuarakan nilai-nilai kemanusiaan berupa keadilan, demokrasi, pluralisme dan kesetaraan gender, antara lain Ensiklopedia Muslimah Reformis: Pokok-Pokok Pemikiran untuk Reinterpretasi dan Aksi, Penerbit Baca (2020). Dapat dihubungi via m-mulia@indo.net.id atau muslimahreformis.co

Pemikiran Denny JA soal agama yang dibahas oleh Prof. Dr. Musdah Mulia ada dalam karya Ahmad Gaus AF: Era Ketika Agama Menjadi Kekayaan Kultural, Sembilan Pemikiran Denny JA Soal Agama di Era Google.

Buku itu dapat dibaca dengan klik ini:

https://www.facebook.com/groups/970024043185698/permalink/2174605606060863/?mibextid=S66gvF

Bagikan

Baca berita lainnya:

Tambahkan ke Preferensi Sumber Indeks Berita