Sejumlah Aset Gubernur Papua Non Aktif Lukas Enembe Disita KPK, Segini Nilainya

- Editor

Jumat, 28 April 2023 - 21:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, KANALINDONESIA.COM: Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan penyitaan sejumlah aset Lukas Enembe dengan nilai Rp60,3 miliar.

Penyitaan yang dilakukan ini sebagai upaya untuk pengumpulan alat bukti kasus dugaan suap, gratifikasi, dan pencucian uang yang tengah menjerat Gubernur Papua non aktif tersebut.

“KPK kembali sita aset tersangka LE senilai Rp60,3 miliar, dari beberapa rangkaian pengumpulan alat bukti oleh tim penyidik,” ucap Kabag Pemberitaan KPK, Ali Fikri kepada awak media, Jumat (28/4/2023).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dikatakan Ali Fikri, sekitar tujuh aset yang disita KPK yang terdiri dari tanah dan bangunan hotel maupun apartemen yang tersebar di berbagai lokasi berbeda.

Ali menyebut, rinciannya yakni sebidang tanah dan bangunan di atasnya berupa hotel yang berlokasi di Jalan S Condronegoro, Kelurahan Angkasapura, Kecamatan Jayapura Utara, Kotamadya Jayapura, Provinsi Papua; tanah seluas 2.000 meter persegi beserta bangunan di atasnya di Kelurahan Doyo Baru, Kecamatan Sentani, Kabupaten Jayapura Provinsi Papua.

Kemudian sebidang tanah dengan luas 682 meter persegi beserta bangunan diatasnya yang berada di Kelurahan Entrop, Kecamatan Jayapura Selatan, Kotamadya Jayapura, Provinsi Papua.

Lalu tanah seluas 2.199 meter persegi beserta bangunan di Desa Doyo Baru, Kecamatan Waibu, Kabupaten Jayapura, Papua.
Selanjutnya, satu unit Apartemen The Groove Masterpiece Jakarta Selatan yang terletak di Setiabudi, DKI Jakarta; rumah Cluster Violin 3, Golf Island, Jalan Pantai Indah Barat, PIK Kelurahan Kamal Muara, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara.

Tanah seluas 862 meter persegi beserta bangunan diatasnya yang berlokasi di Babakan Lebak, Kelurahan Balumbang Jaya, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, Jawa Barat.

“Ditambah pula dengan penyitaan sejumlah uang dari berbagai pihak yang memiliki keterkaitan dengan perkara ini,” ungkap Ali.

Ali menyebut, KPK berkomitmen mengusut tuntas kasus ini. Dijelaskanya, pihaknya juga akan terus melakukan pengembangan berdasarkan data yang dimiliki tim penyidik.

Sebelumnya, KPK juga sudah menyita berbagai aset milik Lukas. Diantaranya, yaitu sebidang tanah seluas kurang lebih 1.525 meter persegi yang diatasnya dibangun hotel dengan perkiraan nilai Rp40 miliar. Kemudian, disita juga uang tunai, mobil hingga emas batangan.

KPK pun telah menetapkan Lukas sebagai tersangka kasus dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU). Penetepan ini dilakukan setelah tim penyidik memiliki bukti yang cukup dari pengembangan kasus dugaan suap dan gratifikasi yang menjerat orang nomor satu di Bumi Cenderawasih tersebut.

Lukas ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap dan gratifikasi pengerjaan sejumlah proyek pembangunan infrastruktur di Papua. Dia diduga menerima uang dari Direktur PT Tabi Bangun Papua, Rijatono Lakka agar perusahaannya mendapatkan sejumlah proyek pembangunan infrastruktur di Papua. Padahal perusahaan milik Rijatono tidak memiliki pengalaman dalam bidang konstruksi lantaran sebelumnya bergerak pada bidang farmasi.

Selain Lukas, Rijatono juga diduga menemui sejumlah pejabat di Pemprov Papua terkait proyek tersebut. Mereka diduga melakukan kesepakatan berupa pemberian fee sebesar 14 persen dari nilai kontrak setelah dikurangi nilai PPh dan PPN.
Setelah terpilih untuk mengerjakan sejumlah proyek, Rijatono diduga menyerahkan uang kepada Lukas Enembe dengan jumlah sekitar Rp 1 miliar. Di samping itu, Lukas Enembe juga diduga telah menerima pemberian lain sebagai gratifikasi yang berhubungan dengan jabatannya hingga jumlahnya miliaran rupiah. KPK pun sedang mendalami dugaan ini.

Berita Terkait

UNESCO dan Kedutaan Besar Inggris Jakarta Soroti Peran Jurnalisme dalam Aksi Perubahan Iklim
Bawa Pesan Perdamaian Sesuai Dokumen Persaudaraan Kemanusiaan Abu Dhabi, Khofifah Apresiasi Semangat Grand Syeikh Al Azhar Semai Persaudaraan dan Moderasi Islam
Mukhlis Basri Masuk Daftar Anggota Pansus Angket Haji DPR
Era Artificial Intelligence: Tiga Jenis Penulis dan Teror Mental Putu Wijaya
Lantik 14 Kajari, Begini Harapan Kajati Jatim Mia Amiati Untuk Pejabat Baru
KPK Panggil Mantan Pejabat Basarnas
Innalillahi Wa Inna Ilaihi Rajiun, Mantan Menteri Negara Pendayagunaan BUMN, Dr. H. Tanri Abeng Meninggal Dunia
Khofifah Ajak Masyarakat Jaga Kelestarian Hutan Hujan untuk Keberlangsungan Makhluk Hidup

Berita Terkait

Kamis, 11 Juli 2024 - 04:27 WIB

UNESCO dan Kedutaan Besar Inggris Jakarta Soroti Peran Jurnalisme dalam Aksi Perubahan Iklim

Rabu, 10 Juli 2024 - 17:51 WIB

Bawa Pesan Perdamaian Sesuai Dokumen Persaudaraan Kemanusiaan Abu Dhabi, Khofifah Apresiasi Semangat Grand Syeikh Al Azhar Semai Persaudaraan dan Moderasi Islam

Rabu, 10 Juli 2024 - 14:55 WIB

Mukhlis Basri Masuk Daftar Anggota Pansus Angket Haji DPR

Sabtu, 6 Juli 2024 - 07:37 WIB

Era Artificial Intelligence: Tiga Jenis Penulis dan Teror Mental Putu Wijaya

Kamis, 27 Juni 2024 - 21:01 WIB

Lantik 14 Kajari, Begini Harapan Kajati Jatim Mia Amiati Untuk Pejabat Baru

Selasa, 25 Juni 2024 - 16:27 WIB

KPK Panggil Mantan Pejabat Basarnas

Minggu, 23 Juni 2024 - 08:07 WIB

Innalillahi Wa Inna Ilaihi Rajiun, Mantan Menteri Negara Pendayagunaan BUMN, Dr. H. Tanri Abeng Meninggal Dunia

Sabtu, 22 Juni 2024 - 11:23 WIB

Khofifah Ajak Masyarakat Jaga Kelestarian Hutan Hujan untuk Keberlangsungan Makhluk Hidup

KANAL TERKINI