Penjual Pil Koplo Asal Pasuruan Ditangkap Satresnarkoba Polrestabes Surabaya, Usai Ambil Paket di Bus AKAS

- Editor

Kamis, 20 Juni 2024 - 16:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SURABAYA, KANALINDONESIA.COM: Seorang penjual obat keras berlogo Y atau pil koplo diamankan Satresnarkoba Polrestabes Surabaya di rumahnya Jalan Kolonel Sugiono, Kelurahan Trajan, Kecamatan Panggungrejo, Kota Pasuruan, pada Senin (20/5/2024) pukul 20.30 WIB.

Pelaku berinisial UM (46) dibekuk polisi sesaat setelah mengambil paket kiriman melalui bus antar kota. Di rumah pelaku UM menyimpan pil siap edar itu yang disimpan 13 botol berisikan pil warna putih berlogo Y dengan total sebanyak 13.000 butir.

“Ada lagi kami temukan 17 bungkus pil berwarna kuning berlogo DMP dengan total 13.600 butir, 12 bungkus pil warna biru ada 1.500 butir, serta barang bukti lainnya seperti 2 HP, uang tunai Rp 1 juta dan 1 doa telah kami amankan,” ujar Kasat Resnarkoba Polrestabes Surabaya, Kompol Suriah Miftah, Kamis (20/6/2024).

Dari hasil interogasi pelaku, obat keras tersebut diperolehnya dari S (DPO), pada Jumat (10/5/2024) sekitar pukul 16.00 WIB dan dikirim menggunakan Bus AKAS lalu diambil di Raya Kaliagung, Kota Pasuruan.

“Pelaku awalnya mendapatkan pil berwarna putih berlogo Y dengan jumlah total sebanyak 30.000 butir, DMP sebanyak 25.000, Omega sebanyak 3000 butir dan sebagian sudah terjual kepada teman-teman tersangka,” imbuh Kompol Suriah Miftah.

Baca Juga :  Soal Dugaan Kasus Korupsi Dana Hibah Jatim, MAKI Jatim  : Gus Fawait Harus Mundur dari Bacabup Jember

Sementara itu, untuk pembelian obat-obatan tersebut tersangka belum membayar karena dengan perjanjian barang laku terjual baru tersangka akan membayar.

Dalam 1 botol pil, sebanyak 1000 butir tersebut dijual dengan harga Rp.600.000. Kemudian 1 botol pil berwarna kuning DMP dijual dengan harga Rp.600.000 dan Omega sebanyak 1000 butir dijual dengan harga Rp.600.000.

Dari penjualan itu, tersangka mendapatkan keuntungan sebesar Rp 500.000 sampai dengan Rp. 1.000.000 sekali transaksi. Polisi akan menjeratnya dengan Pasal 435 UU RI No. 17 tahun 2023 tentang Kesehatan. **

Reporter: Ady_kanalindonesia.com

Berita Terkait

PKS Serahkan Rekom Dukungan untuk Ikfina Cabup Mojokerto dan Ning Ika Cawali Mojokerto
Soal Dugaan Kasus Korupsi Dana Hibah Jatim, MAKI Jatim  : Gus Fawait Harus Mundur dari Bacabup Jember
Danpom Koopsud I Hadiri Apel Gelar Pasukan Operasi Patuh Jaya 2024
Hari Pertama Masuk Sekolah, Ratusan Siswa SDN Tamberuh Belajar Di Gerasi Rumah Warga
Terus Diakui Kinerjanya Bank Jatim Dinobatkan Sebagai BUMD yang Inovatif dan Ekspansif
Pilbup Jember PPP Pilih Beri Rekom Gus Fawait
PKS Jatim Serahkan SK DPP untuk Ony Anwar dan Maidi di Kabupaten Ngawi dan Kota Madiun
Siapkan Skema Untuk Menarik Investor ke Jember, Gus Fawait ingin Angka Pengganguran dan Kemiskinan Turun

Berita Terkait

Selasa, 16 Juli 2024 - 19:16 WIB

PKS Serahkan Rekom Dukungan untuk Ikfina Cabup Mojokerto dan Ning Ika Cawali Mojokerto

Senin, 15 Juli 2024 - 17:48 WIB

Soal Dugaan Kasus Korupsi Dana Hibah Jatim, MAKI Jatim  : Gus Fawait Harus Mundur dari Bacabup Jember

Senin, 15 Juli 2024 - 16:21 WIB

Danpom Koopsud I Hadiri Apel Gelar Pasukan Operasi Patuh Jaya 2024

Senin, 15 Juli 2024 - 16:12 WIB

Hari Pertama Masuk Sekolah, Ratusan Siswa SDN Tamberuh Belajar Di Gerasi Rumah Warga

Senin, 15 Juli 2024 - 09:23 WIB

Terus Diakui Kinerjanya Bank Jatim Dinobatkan Sebagai BUMD yang Inovatif dan Ekspansif

Senin, 15 Juli 2024 - 02:54 WIB

Pilbup Jember PPP Pilih Beri Rekom Gus Fawait

Minggu, 14 Juli 2024 - 19:56 WIB

PKS Jatim Serahkan SK DPP untuk Ony Anwar dan Maidi di Kabupaten Ngawi dan Kota Madiun

Minggu, 14 Juli 2024 - 19:49 WIB

Siapkan Skema Untuk Menarik Investor ke Jember, Gus Fawait ingin Angka Pengganguran dan Kemiskinan Turun

KANAL TERKINI