Kadishub Sidoarjo Pimpin Rapat Koordinasi Antisipasi Kemacetan di Jalan Jenggolo dan Jalan A. Yani Akibat Drop Zone Sekolah
SIDOARJO, KANALINDONESIA.COM : Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Sidoarjo memimpin rapat koordinasi lintas instansi guna mengantisipasi kemacetan lalu lintas di Jalan Jenggolo yang kerap terjadi akibat aktivitas drop zone pengantar sekolah, khususnya di kawasan SDN Pucang 1, 2, 3, 4 dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) NU jalan Jenggolo, Kecamatan/Kabupaten Sidoarjo.
Rapat tersebut membahas upaya meminimalisir kemacetan sekaligus menekan angka kecelakaan lalu lintas (laka lantas) di jam masuk dan pulang sekolah. Hadir dalam rapat ini perwakilan Garnisun, Satlantas Polresta Sidoarjo, Satpol PP, Polsek, pihak kelurahan setempat, serta para kepala sekolah di wilayah Jalan Jenggolo dan Jalan A. Yani, termasuk Kepala MI NU dan SDN Pucang 1 hingga 4.
Dari hasil rapat, Satlantas Polresta Sidoarjo akan melakukan plotting personel di sejumlah titik rawan kemacetan. Penataan drop zone bagi wali murid yang mengantar dan menjemput siswa menjadi salah satu fokus utama, mengingat kawasan tersebut juga kerap dilintasi konvoi becak dan kendaraan umum lainnya.
Kepala MI NU jalan Jenggolo menyampaikan bahwa rapat tersebut menjadi forum untuk membedah persoalan kemacetan secara menyeluruh, sekaligus menyerap usulan dari para pemangku kepentingan dan pengguna jalan. Ia menegaskan bahwa setiap kebijakan yang diambil harus dikoordinasikan terlebih dahulu karena berkaitan dengan akses jalan di beberapa wilayah kelurahan.
“Insyaallah dalam waktu tiga sampai empat hari akan ada aksi bersama dengan melibatkan beberapa instansi. Semua perizinan akan kami koordinasikan karena ini menyangkut layanan publik agar akses jalan lebih kondusif dan nyaman,” ujarnya.
Ia juga mengungkapkan rencana jangka menengah berupa pembangunan jembatan penyeberangan di kawasan Kalipucang untuk membantu mengurai kemacetan akses selatan. Izin pembangunan dari Balai Besar Wilayah Sungai Brantas disebut telah dikantongi sejak dua tahun lalu dan tinggal menunggu realisasi.
Sementara itu, Kepala Dishub Sidoarjo, Budi Basuki menjelaskan bahwa rapat tersebut merupakan bagian dari agenda penataan lalu lintas secara maraton. Salah satu keputusan penting adalah larangan parkir di tepi jalan umum dan trotoar, khususnya di depan pabrik PT Ecco.
“Mulai besok sudah tidak boleh ada parkir di tepi jalan umum maupun di trotoar. Pihak PT Ecco telah sepakat menyediakan lahan parkir dan area penjemputan bagi karyawan. Kami akan menempatkan petugas dari Dishub, Satlantas, Garnisun, Satpol PP, hingga petugas keamanan untuk melakukan pengawasan,” tegasnya.
Dishub juga meminta pengelola parkir swasta agar menyesuaikan kapasitas lahan parkir yang tersedia. Jika daya tampung hanya 20 sepeda motor, maka tidak diperkenankan melebihi kapasitas tersebut. Kendaraan selebihnya diarahkan ke lahan parkir PT Ecco.
Terkait penataan lalu lintas di kawasan sekolah, Dishub merekomendasikan penutupan sementara pintu gerbang barat MI NU Pucang yang menghadap langsung ke Jalan Jenggolo. Evaluasi Dishub menunjukkan adanya empat hambatan samping di titik tersebut yang memicu tundaan kendaraan hingga kawasan hotel pada jam sibuk pagi hari. Pihak sekolah meminta waktu tiga hari untuk berkoordinasi dengan manajemen dan melakukan sosialisasi kepada wali murid sebelum keputusan final diterapkan.
Untuk SDN Pucang 1 hingga 4, Dishub dan tim sepakat melarang berhenti dan parkir di sepanjang Jalan A. Yani di depan sekolah. Sebagai gantinya, disiapkan drop zone dan lahan parkir terpusat di depan SDN Pucang 3. Dari lokasi tersebut, siswa dapat berjalan melalui jalur pedestrian menuju sekolah masing-masing tanpa harus menyeberang jalan.
Kanit Kamsel Sat Lantas Polresta Sidoarjo AKP Afriansyah menegaskan bahwa pihaknya akan mendukung penuh langkah Dishub dalam penertiban lalu lintas di kawasan tersebut. Penertiban akan dilakukan secara humanis dengan mengedepankan keselamatan seluruh pengguna jalan.
“Kami bersama Dishub, Satpol PP, Garnisun dan kepolisian akan melakukan penertiban lokasi parkir sesuai kapasitasnya. Untuk tahap awal, pendekatan yang dilakukan bersifat persuasif dan humanis, demi keselamatan bersama,” pungkasnya.
Editor : Irwan











