Lahir dari Kondisi Sulit
Kondisi sosial masyarakat pada masa itu menjadi bagian penting dalam memahami sejarah Tari Keling.
Penelitian sejarah lokal tersebut menyebut masyarakat mengembangkan kesenian Keling sebagai alternatif kegiatan ketika kondisi kehidupan mereka menghadapi keterbatasan. Khasan Ngali menjadi salah satu tokoh yang berperan dalam mengembangkan kesenian tersebut dengan melibatkan pemuda setempat.
Dari proses tersebut, kesenian Keling berkembang di lingkungan masyarakat Mojo. Generasi berikutnya kemudian meneruskan kesenian tersebut hingga akhirnya dikenal dengan nama Keling Guno Joyo.
Kajian mengenai komunikasi budaya yang diterbitkan Jurnal Ilmu Komunikasi Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya pada 2019 juga menempatkan Tari Keling Guno Joyo sebagai kesenian daerah yang masih hidup dan terus dikembangkan masyarakat setempat. Penelitian tersebut menggunakan metode deskriptif kualitatif dan menganalisis komunikasi budaya yang muncul dalam pertunjukan Keling.

