Berfungsi dalam Kehidupan Sosial Masyarakat
Penelitian ISI Yogyakarta mengenai fungsi Tari Keling dalam perayaan Idulfitri menunjukkan bahwa masyarakat Mojo menempatkan kesenian tersebut dalam kehidupan sosial mereka. Pertunjukan tidak hanya berfungsi sebagai tontonan, tetapi juga hadir dalam ruang sosial masyarakat.
Penelitian lain mengenai pelestarian Keling mencatat masyarakat menampilkan kesenian tersebut dalam sejumlah kegiatan seperti pernikahan, khitanan, bersih desa, upacara adat, dan kegiatan keagamaan tertentu.
Kondisi tersebut menjelaskan mengapa Tari Keling mampu bertahan dalam waktu panjang. Masyarakat tidak menempatkannya hanya sebagai pertunjukan panggung, tetapi mengintegrasikannya dengan berbagai aktivitas sosial dan budaya.

