Bertahan Meski Mengalami Pasang Surut
Perjalanan Tari Keling tidak selalu berjalan mulus. Penelitian Universitas Negeri Yogyakarta mengenai eksistensi Keling Guno Joyo menemukan bahwa kesenian tersebut mengalami pasang surut dalam perkembangannya dari satu generasi ke generasi berikutnya. Meski demikian, masyarakat tetap mengakui dan mempertahankan keberadaan kesenian tersebut.
Penelitian Universitas Muhammadiyah Ponorogo mengenai upaya pelestarian Keling juga mencatat bahwa kesenian tersebut sempat mengalami kevakuman. Masyarakat kemudian menghidupkannya kembali dan memberikan ruang bagi Keling untuk tampil dalam berbagai kegiatan di Ponorogo. Pemerintah daerah turut memberikan pembinaan, fasilitas, promosi, serta kesempatan kepada kelompok Keling untuk tampil di luar daerah.
Temuan tersebut memperlihatkan bahwa keberlangsungan Tari Keling bergantung pada hubungan antara masyarakat sebagai pemilik budaya dan berbagai pihak yang ikut mendukung pelestariannya.

