Langsung ke konten utama Langsung ke navigasi utama Langsung ke sidebar Langsung ke footer
KANAL BUDAYA

Sejarah Tari Keling Pulung, Kesenian Rakyat yang Lahir pada 1942

Sejarah Tari Keling Pulung, Kesenian Rakyat yang Lahir pada 1942

Dari Warisan Lokal Menjadi Identitas Budaya

Berbagai penelitian yang dilakukan oleh IAIN Ponorogo, ISI Yogyakarta, Universitas Negeri Yogyakarta, UIN Sunan Ampel Surabaya, dan Universitas Muhammadiyah Ponorogo menunjukkan satu kesamaan penting: Tari Keling Guno Joyo memiliki keterikatan kuat dengan masyarakat Dusun Mojo, Desa Singgahan, Kecamatan Pulung.

Kajian-kajian tersebut melihat Tari Keling dari berbagai sudut. Penelitian sejarah mengungkap perjalanan dan proses pelestariannya, penelitian seni mengkaji bentuk dan koreografi, penelitian komunikasi melihat fungsi kesenian sebagai media penyampaian pesan budaya, sedangkan penelitian sosial melihat keberadaannya sebagai bagian dari identitas masyarakat.

Rangkaian penelitian itu memperkuat posisi Tari Keling sebagai warisan budaya yang memiliki dimensi lebih luas daripada sekadar seni pertunjukan.

Dari sebuah kesenian yang berkembang di tengah kondisi sulit sekitar 1942, Tari Keling Guno Joyo tumbuh menjadi identitas budaya masyarakat Mojo. Lebih dari delapan dekade kemudian, masyarakat masih mempertahankan kesenian tersebut melalui pewarisan antargenerasi, pertunjukan sosial, serta berbagai upaya pelestarian.

Sejarah Tari Keling akhirnya tidak hanya berbicara mengenai kapan kesenian itu lahir, tetapi juga mengenai bagaimana masyarakat mempertahankan ingatan, identitas, dan nilai budaya mereka melalui sebuah pertunjukan yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Bagikan

Baca berita lainnya:

Tambahkan ke Preferensi Sumber Indeks Berita