CIREBON, KANALINDONESIA.COM – Perempuan Berkebaya Indonesia (PBI) Cirebon resmi dikukuhkan untuk periode 2025–2028, menandai komitmennya dalam melestarikan kebaya sebagai warisan budaya Indonesia. PBI Cirebon menjadi cabang ke-19 di dalam negeri dan siap menggerakkan berbagai program agar kebaya semakin dikenal dan diterima oleh masyarakat luas, khususnya generasi muda.
Ketua PBI Pusat, Rahmi Hidayati, mengungkapkan bahwa gerakan ini berawal dari keinginan sederhana untuk kembali mengenakan kebaya dalam berbagai kesempatan. Ia terinspirasi dari pengalamannya saat pertama kali mengunjungi Yogyakarta pada 1987, di mana perempuan berkebaya masih banyak dijumpai di Pasar Beringharjo.
“Sekarang kebaya mulai jarang dipakai. Karena itu, kami sepakat untuk melestarikan kebaya, hingga akhirnya ditetapkan Hari Kebaya Nasional pada 24 Juli,” ujarnya dalam acara pengukuhan PBI Cirebon, Selasa (25/2).
Rahmi juga menekankan bahwa kebaya telah didaftarkan ke UNESCO sebagai warisan budaya Indonesia. Untuk menjaga eksistensinya di tengah tren mode modern, PBI telah menginisiasi berbagai program, seperti Kebaya Goes to School, Kebaya Goes to Campus, dan Kebaya Goes to Office.
“Tiga tempat ini adalah pusat aktivitas generasi muda. Kalau ingin melestarikan budaya, harus dimulai dari mereka,” tambahnya.
Ketua PBI Cirebon, Garnis Mutiara Savira, menyatakan bahwa pihaknya telah menyiapkan berbagai program agar kebaya tidak hanya dianggap sebagai pakaian tradisional, tetapi juga sebagai identitas yang bisa dikreasikan sesuai karakter pemakainya.
“Kebaya bukan hanya untuk kalangan atau usia tertentu. Kami ingin generasi muda melihat kebaya sebagai bagian dari identitas mereka,” ujar Garnis.
Dengan hadirnya PBI Cirebon, diharapkan kebaya semakin populer di berbagai kalangan dan menjadi simbol pelestarian budaya Indonesia di tengah dinamika dunia fashion modern.
Acara ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, termasuk Wakil Walikota Cirebon, SitinFarida dan Wakil Ketua DPRD Kota Cirebon Harry Saputra Gani, serta para aktivis dan pegiat budaya.
dewan pembina PBI Cirebon, Siti Farida Rosmati, yang juga Wakil Walikota Cirebon menyampaikan dukungannya terhadap gerakan perempuan berkebaya. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan komunitas untuk menjaga dan mempromosikan budaya Indonesia di tengah arus modernisasi.
“Pelestarian budaya, termasuk kebaya, harus dilakukan secara konsisten. Pemerintah siap bersinergi dengan PBI untuk menjadikan kebaya sebagai bagian dari identitas Kota Cirebon yang kaya akan sejarah dan budaya,” katanya.

