Langsung ke konten utama Langsung ke navigasi utama Langsung ke sidebar Langsung ke footer
KANAL JATENG

Hadapi Kendala Berat dan Longsor Susulan, Tim SAR Longsor Banjarnegara Kerahkan OMC

Hadapi Kendala Berat dan Longsor Susulan, Tim SAR Longsor Banjarnegara Kerahkan OMC

BANJARNEGARA , KANALINDONESIA.COM: Operasi Pencarian dan Pertolongan (SAR) korban tanah longsor di Desa Pandanarum, Kecamatan Pandanarum, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, menghadapi kendala serius berupa potensi longsor susulan, kubangan air, dan aliran mata air yang terus-menerus. Untuk mengatasi hambatan ini sekaligus menjaga keselamatan petugas, BNPB dan lintas instansi melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).

Meskipun dihadapkan pada kesulitan lapangan, Tim Gabungan SAR berhasil menemukan tujuh jenazah korban pada hari ini, Kamis (20/11). Penemuan ini meningkatkan jumlah korban meninggal dunia menjadi 10 orang, sementara 18 korban lainnya masih dalam pencarian.

Tim SAR yang berkekuatan 700 personel dari Basarnas, TNI, Polri, BPBD, dan relawan, terus bekerja keras di tiga sektor pencarian. Mereka mengerahkan anjing pelacak K-9, 12 unit excavator, dan 12 alkon untuk mengatasi kubangan air besar yang menghambat area longsoran.

Longsor yang dipicu hujan berintensitas tinggi, mata air besar, dan retakan di perbukitan telah menyebabkan dampak kerusakan luas, dengan 48 rumah roboh atau hilang, 195 rumah terdampak, 7 warga luka-luka, dan 934 jiwa mengungsi.

Kendala cuaca buruk dan kondisi geografis yang ekstrem menjadi fokus utama penanganan bencana ini.

Abdul Muhari, Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, menjelaskan bahwa upaya mitigasi harus dilakukan secara total untuk memastikan kelancaran operasi.

“Kami melaksanakan operasi modifikasi cuaca (OMC) bersama lintas instansi, membuat jalur pembuangan air, serta menyiapkan aliran agar air dapat mengalir langsung ke sungai. Upaya ini dilakukan untuk menjaga keselamatan petugas sekaligus mempercepat proses pencarian 18 korban yang masih belum ditemukan,” tegas Abdul Muhari, menggarisbawahi upaya BNPB mengurangi risiko di area yang rawan bencana susulan.

Selain fokus pada pencarian, dukungan logistik dari BNPB, Dinas Sosial, BPBD, PMI, dan Baznas terus mengalir, terpusat di gudang logistik SMP Pandanarum. Dapur umum yang dioperasikan Tagana aktif menyediakan konsumsi, sementara dua unit tangki HU disiagakan di dapur umum Kantor Kecamatan Pandanarum.

Layanan kesehatan, termasuk pendampingan psikososial bagi siswa dan kelompok rentan, juga terus diberikan kepada warga terdampak. Tim posko penanganan darurat BNPB berkomitmen untuk memastikan seluruh unsur berkoordinasi dan mengutamakan keselamatan warga serta mempercepat seluruh proses penanganan darurat.

Bagikan

Baca berita lainnya:

Tambahkan ke Preferensi Sumber Indeks Berita