Langsung ke konten utama Langsung ke navigasi utama Langsung ke sidebar Langsung ke footer
KANAL BANJARNEGARA

Longsor Banjanegara, 934 Jiwa Mengungsi dan Ratusan Rumah Rusak

Longsor Banjanegara, 934 Jiwa Mengungsi dan Ratusan Rumah Rusak

BANJARNEGARA, KANALINDONESIA.COM: Bencana tanah longsor di Desa Pandanarum, Kecamatan Pandanarum, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, telah menimbulkan kerugian material yang meluas, memaksa 934 jiwa warga mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Data terkini menunjukkan, longsor yang dipicu hujan berintensitas tinggi telah merobohkan atau menghilangkan 48 rumah dan berdampak pada 195 rumah warga lainnya.

Tim Gabungan Pencarian dan Pertolongan (SAR) pada hari ini, Kamis (20/11), berhasil menemukan tujuh jenazah korban. Dengan penemuan ini, jumlah korban meninggal dunia bertambah menjadi 10 orang, sementara 18 korban masih dalam pencarian. Tujuh warga juga tercatat mengalami luka-luka.

Untuk memenuhi kebutuhan ribuan pengungsi, dukungan logistik dan peralatan dari BNPB, Dinas Sosial, BPBD, PMI, dan Baznas terus berdatangan. Gudang logistik dipusatkan di SMP Pandanarum untuk memudahkan distribusi bantuan, sementara dapur umum yang dikelola Tagana aktif menyediakan konsumsi bagi para pengungsi maupun petugas.

Dua unit tangki HU juga disiagakan untuk mendukung operasional dapur umum di Kantor Kecamatan Pandanarum. Selain kebutuhan pangan, layanan kesehatan dan pendampingan psikososial bagi siswa dan kelompok rentan terus diberikan untuk memastikan kondisi pengungsi tetap terjaga.

Operasi pencarian korban oleh 700 personel gabungan menghadapi tantangan berat, termasuk potensi longsor susulan, kubangan air, dan aliran mata air yang menghambat. Tim mengerahkan anjing pelacak K-9, 12 unit excavator, dan 12 alkon untuk mempercepat proses evakuasi di tiga sektor pencarian.

Menanggapi kendala ini, mitigasi risiko menjadi prioritas utama. Abdul Muhari, Ph.D., Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, menegaskan langkah yang diambil untuk mengamankan wilayah dan memperlancar pencarian.

“BNPB bersama lintas instansi melaksanakan operasi modifikasi cuaca (OMC), membuat jalur pembuangan air, serta menyiapkan aliran agar air dapat mengalir langsung ke sungai. Upaya ini dilakukan untuk menjaga keselamatan petugas sekaligus mempercepat proses pencarian 18 korban yang masih belum ditemukan,” ujar Abdul Muhari.

Tim posko penanganan darurat BNPB memastikan seluruh unsur berkoordinasi untuk mempercepat pencarian korban sekaligus memenuhi kebutuhan dasar para pengungsi yang kehilangan tempat tinggal.

Bagikan

Baca berita lainnya:

Tambahkan ke Preferensi Sumber Indeks Berita