PONOROGO, KANALINDONESIA.COM: Seorang pelajar SMA, Ajeng Riri Maharani, dilaporkan meninggal dunia setelah terlibat dalam kecelakaan lalu lintas tunggal di Jalan Raya Ponorogo–Trenggalek, tepatnya di selatan Garasi PO Bus NTTs, Desa Campursari, Kecamatan Sambit, Ponorogo, pada Minggu (23/11/2025) sekitar pukul 17.25 WIB. Korban, yang merupakan siswa kelas XII SMAN 1 Sambit, tewas di lokasi kejadian setelah sepeda motor Honda Vario merah bernomor polisi W 2295 ZY yang dikendarainya oleng dan terjatuh.
Kecelakaan tragis ini terjadi saat kondisi cuaca sedang hujan deras dan jalan tergenang air, meskipun arus lalu lintas dilaporkan ramai lancar.
Menurut keterangan saksi, korban yang melaju dari arah utara menuju selatan tidak dapat menghindari lubang di jalan yang tertutup genangan air. Lubang tersebut diperkirakan memiliki kedalaman sekitar 12 cm dengan diameter 40 cm.
“Kendaraan R2 Honda Vario yang dikendarai Sdri. Ajeng Riri Maharani saat berkendara menerobos jalan yang berlubang yang tertutup genangan air. Ini menyebabkan kendaraan oleng dan akhirnya jatuh,” jelas Kapolsek Sambit, AKP Baderi.
Lebih lanjut, Kapolsek Sambit menekankan pentingnya kehati-hatian, terutama saat kondisi jalan licin dan tergenang.
“Kami mengimbau kepada seluruh pengguna jalan untuk selalu waspada dan mengurangi kecepatan saat melintas di jalan yang tergenang air, karena dapat menutupi kerusakan atau lubang yang membahayakan. Keamanan harus menjadi prioritas utama. Kasus ini telah kami limpahkan ke Unit Laka Lantas Satlantas Polres Ponorogo untuk penanganan lebih lanjut,” ujar AKP Baderi.
Petugas dari Polsek Sambit segera mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP) setelah menerima laporan. Kepolisian telah melakukan tindakan penanganan awal, termasuk mengamankan barang bukti berupa sepeda motor korban yang mengalami kerusakan berat. Kasus kecelakaan ini selanjutnya diserahkan kepada Unit Kecelakaan Lalu Lintas Satlantas Polres Ponorogo.

