Langsung ke konten utama Langsung ke navigasi utama Langsung ke sidebar Langsung ke footer
KANAL SURABAYA

Budidayakan 10.000 Mangrove, TPS Siap Bangun Benteng Hijau Pesisir Surabaya

Budidayakan 10.000 Mangrove, TPS Siap Bangun Benteng Hijau Pesisir Surabaya

SURABAYA, KANALINDONESIA.COM: Terminal Petikemas Surabaya (TPS) memperkuat pertahanan alami pesisir, melalui program keberlanjutan bertajuk Menanam Harapan Menjaga Keberlanjutan.

Lewat program ini, TPS menyiapkan 10.000 bibit mangrove jenis Rhizophora mucronata, untuk rehabilitasi kawasan pesisir Surabaya dan sekitarnya.

Sekretaris Perusahaan TPS, Erika A. Palupi, menyatakan program ini bukan sekadar kegiatan tanam simbolik, tetapi investasi jangka panjang.

“Ini langkah strategis agar program mangrove berjalan berkelanjutan. Dengan pembibitan terencana, kami bisa memperluas dampak lingkungan dan memperkuat ekosistem pesisir melalui kolaborasi lintas pihak,” ujarnya, Selasa (9/12/2025).

Ia menambahkan, varietas Rhizophora mucronata dipilih karena kemampuannya meredam abrasi, mengikat sedimen, menjaga ekosistem laut. Sekaligus menyerap karbon biru (blue carbon) sebagai bagian dari mitigasi perubahan iklim.

“Kami menggandeng kelompok petani mangrove lokal, Kompak Mandiri Lestari, untuk mengembangkan bibit secara terukur, di area pembibitan internal perusahaan. Prosesnya meliputi seleksi propagul unggul, penyiapan media tanam, perawatan rutin, hingga pemantauan pertumbuhan agar bibit siap tanam dan memiliki daya hidup tinggi,” ungkapnya.

Keberadaan mangrove dinilai krusial sebagai benteng alami dari abrasi dan perubahan pola arus laut. Selain itu, hutan mangrove menjadi habitat penting bagi biota pesisir, serta penopang keseimbangan ekologis kawasan pantai.

Erika menjelaskan, TPS menargetkan seluruh bibit siap tanam pada April 2026. Bibit tersebut akan digunakan untuk program rehabilitasi pesisir di Surabaya dan wilayah lain, yang membutuhkan perlindungan ekosistem.

Menariknya, TPS membuka kesempatan kolaborasi luas. Perusahaan, instansi pemerintah, lembaga sosial, hingga komunitas lingkungan, dapat memperoleh bibit secara gratis untuk pengembangan program pelestarian lingkungan.

“Kami membuka pintu selebar-lebarnya bagi pihak yang ingin terlibat. Bibit kami sediakan tanpa biaya, sebagai bentuk komitmen nyata TPS terhadap pelestarian pesisir,” tambahnya.

“Program ini menegaskan integrasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) dalam operasional TPS. Harapannya, hutan mangrove yang ditanam hari ini, menjadi warisan hijau bagi generasi mendatang,” pungkasnya. (Anto)

Bagikan

Baca berita lainnya:

Tambahkan ke Preferensi Sumber Indeks Berita