Langsung ke konten utama Langsung ke navigasi utama Langsung ke sidebar Langsung ke footer
KANAL CIREBON

OJK Cirebon Gelar Evaluasi Kinerja BPR 2025, Tekankan Penguatan Aset Produktif dan Penurunan NPL

OJK Cirebon Gelar Evaluasi Kinerja BPR 2025, Tekankan Penguatan Aset Produktif dan Penurunan NPL

CIREBON, KANALINDONESIA.COM – Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Cirebon menggelar kegiatan Evaluasi Kinerja BPR Tahun 2025 yang diikuti oleh jajaran Direksi, Komisaris, dan Pejabat Eksekutif BPR se-Ciayumajakuning, Kamis (11/12/2025).

Mengusung tema “Strategi untuk Mendorong Perbaikan Kualitas Aset Produktif melalui Penyelesaian Kredit Bermasalah dengan Lelang Agunan dan Mekanisme Gugatan”, acara ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat industri BPR sebagai pilar pembiayaan UMKM di wilayah tersebut.

Kegiatan ini turut dihadiri Kepala OJK Provinsi Jawa Barat Darwisman, Kepala OJK Cirebon Agus Muntholib, Ketua Perbarindo Komisariat Cirebon Agus Suprayitno, serta para pemangku kepentingan industri BPR. Kehadiran mereka menegaskan komitmen bersama dalam membangun BPR yang sehat, adaptif, dan berkelanjutan.

Fokus Penguatan Tata Kelola dan Penurunan NPL

Dalam sambutannya, Kepala OJK Cirebon Agus Muntholib menekankan pentingnya peningkatan kualitas tata kelola dan aset produktif sebagai fondasi keberlanjutan BPR. Menurutnya, penurunan rasio kredit bermasalah (NPL) menjadi fokus utama karena BPR memegang peran strategis dalam menjaga stabilitas sektor keuangan regional.

“BPR kini dihadapkan pada ekosistem perbankan yang serba digital. Jika kita tidak adaptif dan enggan bertransformasi, maka pasti akan tertinggal. OJK akan terus menjalankan fungsi pembinaan, pengawasan, dan pendampingan secara humanis untuk menjaga stabilitas sektor jasa keuangan,” ujar Agus.

Ia menegaskan bahwa penguatan kualitas aset produktif tidak hanya bergantung pada pengelolaan internal, melainkan juga pemahaman terhadap penyelesaian kredit bermasalah melalui lelang agunan di KPKNL maupun jalur gugatan.

Kinerja BPR Ciayumajakuning Tumbuh Signifikan

Kepala OJK Provinsi Jawa Barat Darwisman mengapresiasi kinerja BPR di Ciayumajakuning yang menunjukkan hasil lebih kuat dibandingkan BPR secara nasional maupun regional.

Per Oktober 2025, BPR di Ciayumajakuning mencatatkan:

  • Laba tahun berjalan Rp66,37 miliar, meningkat signifikan dibandingkan kerugian Rp35,49 miliar pada 2024.
  • Pertumbuhan aset 9,77% (YoY) dari Rp2,66 triliun menjadi Rp2,92 triliun.
  • Dana pihak ketiga stabil di Rp2,32 triliun.
  • Penyaluran kredit mengalami penurunan -1,03% (YoY) dari Rp2,07 triliun menjadi Rp2,03 triliun.

Menurut Darwisman, kenaikan laba ditopang oleh peningkatan pendapatan bunga kredit sebagai dampak perubahan ketentuan SAK EP terkait penetapan bunga flat menjadi anuitas.

Kinerja BPR Jawa Barat Masih Moderat

Secara keseluruhan, kinerja BPR dan BPRS di Jawa Barat per Oktober 2025 menunjukkan tren moderat:

  • Aset tumbuh 3,23% (YoY) menjadi Rp33,48 triliun.
  • DPK naik 4,51% (YoY) menjadi Rp23,38 triliun.
  • Penyaluran kredit meningkat 3,80% (YoY) menjadi Rp24,58 triliun.

Namun, rasio NPL gross justru meningkat dari 12,06% (2024) menjadi 14,35% (2025), sementara laba merosot -28,40% (YoY) menjadi Rp0,12 triliun.

Tantangan BPR: Tata Kelola, Risiko, Kepatuhan, dan Transformasi

Darwisman menyoroti sejumlah tantangan yang harus dibenahi BPR, antara lain:

Bagikan

Baca berita lainnya:

Tambahkan ke Preferensi Sumber Indeks Berita