SURABAYA, KANALINDONESIA.COM: Menjelang pergantian Tahun Baru 2026, Polrestabes Surabaya memperketat pengamanan di seluruh penjuru Kota Pahlawan. Ribuan personel gabungan disiagakan, untuk memastikan malam tahun baru berlangsung aman, tertib, dan bebas gangguan keamanan.
Kabag Ops AKBP Wibowo menyatakan, pengamanan difokuskan pada langkah pencegahan sejak dini. Salah satunya dengan melakukan penyekatan di sejumlah titik strategis, yang dinilai rawan gangguan kamtibmas.
“Penyekatan dilakukan untuk mengantisipasi potensi munculnya kelompok atau aktivitas, yang bisa menimbulkan situasi tidak kondusif di Surabaya,” ujarnya, Jumat (26/12/2025).
Menurutnya, kepolisian memberi perhatian khusus terhadap potensi kerawanan yang kerap muncul setiap akhir tahun. Diantaranya balap liar, penggunaan knalpot tidak sesuai spesifikasi, hingga konvoi kendaraan dari luar daerah, menjadi sasaran utama pengawasan.
“Setiap tahun, pola gangguannya hampir sama. Karena itu kami lakukan pengamanan berlapis. Agar masyarakat bisa merayakan tahun baru dengan aman dan nyaman,” tegasnya.
Selain pengamanan lalu lintas dan aktivitas jalanan, Polrestabes Surabaya juga menegaskan larangan pesta kembang api. Larangan tersebut mengikuti kebijakan pemerintah pusat, demi menjaga keselamatan publik dan mencegah risiko kebakaran maupun gangguan keamanan lainnya.
“Penindakan akan dilakukan secara bertahap. Jika ditemukan penggunaan kembang api sebelum malam pergantian tahun, kami akan mengedepankan pendekatan persuasif dan sosialisasi. Namun, apabila pelanggaran masih terjadi saat malam tahun baru. Tindakan tegas akan diberlakukan sesuai Peraturan Daerah yang berlaku,” ungkapnya.
Ia menambahkan, untuk mendukung pengamanan tersebut, sebanyak 1.256 personel gabungan dikerahkan. Personel akan disebar di berbagai titik rawan di wilayah Surabaya Selatan, Barat, Utara, hingga Timur, guna memastikan respons cepat terhadap setiap potensi gangguan.
“Kami mengajak masyarakat Surabaya untuk ikut menjaga kondusivitas kota. Warga diimbau merayakan pergantian tahun secara sederhana, tidak berlebihan, serta tetap mematuhi aturan yang ada,” tuturnya.
“Dengan kebersamaan antara aparat dan masyarakat, Surabaya diharapkan menyambut Tahun Baru 2026 dalam suasana aman, tertib, dan penuh harapan,” pungkasnya.

