LAMONGAN, KANALINDONESIA.COM: Mengawali 2026, Universitas Airlangga (UNAIR) resmi melepas 850 mahasiswa untuk mengikuti Kuliah Kerja Nyata Belajar Bersama Komunitas (KKN-BBK) di Kabupaten Lamongan.
Kegiatan berlangsung di Halaman Kantor Bupati Lamongan, Selasa (6/1/2025), dan disambut langsung Bupati Lamongan Yuhronur Efendi.
Dalam kegiatan ini, rencananya para mahasiswa akan disebar di empat kecamatan, yakni Pucuk, Babat, Sugio, dan Kedungpring.
Mereka akan mengabdi selama beberapa pekan melalui program pemberdayaan masyarakat, yang dirancang sesuai kebutuhan tiap desa. Mulai kesehatan, ekonomi, hingga lingkungan.
Ketua Lembaga Pengabdian Masyarakat Berkelanjutan (LPMB) UNAIR, Prof Herry Purnobasuki, menyerahkan para peserta KKN secara simbolis kepada Pemerintah Kabupaten Lamongan. Ia menegaskan, KKN tahun ini difokuskan pada implementasi Sustainable Development Goals (SDGs).
Sasaran program antara lain pengentasan kemiskinan, sanitasi dan air bersih, kesehatan lingkungan, edukasi gizi, serta penguatan ekonomi keluarga.
“Program unggulan kami dirancang langsung bersama masyarakat, agar manfaatnya terasa nyata. Harapannya, seluruh kegiatan berjalan lancar dan memberi dampak berkelanjutan,” ujarnya.
Bupati Yuhronur menyatakan Lamongan kembali terbantu dengan hadirnya mahasiswa UNAIR. Ia menilai, KKN sebelumnya meninggalkan jejak program yang bisa dilanjutkan warga.
“Mahasiswa selalu membawa ide segar. Semoga kehadiran mereka mendorong kreativitas, sekaligus memperkuat pembangunan desa,” katanya.
Selain program tematik SDGs, mahasiswa juga akan melakukan pendampingan UMKM, literasi digital, edukasi stunting, pengelolaan sampah, hingga penguatan kelembagaan karang taruna dan PKK. Seluruh agenda disinergikan dengan program pemerintah desa setempat, agar tidak tumpang tindih.
UNAIR menargetkan mahasiswa tidak hanya hadir sebagai pelaksana program. Tetapi juga agen perubahan, yang mampu membaca persoalan di lapangan dan menawarkan solusi.
Melalui kolaborasi perguruan tinggi–pemerintah daerah–masyarakat, KKN-BBK diharapkan mempercepat capaian pembangunan berkelanjutan di Lamongan.
UNAIR berkomitmen, bahwa pengabdian masyarakat bukan sekadar agenda akademik. Tetapi juga ruang belajar langsung untuk membumikan ilmu, mendengar kebutuhan warga, dan menghadirkan perubahan yang terasa. (Anto)

