BANYUWANGI, KANALINDONESIA.COM: Kabupaten Banyuwangi bersiap menjadi salah satu pemasok bahan bakar minyak (BBM) ramah lingkungan menyusul pembangunan pabrik bioetanol di kawasan Pabrik Gula (PG) Glenmore. Proyek strategis nasional ini memiliki kapasitas produksi sebesar 30.000 kiloliter (KL) per tahun yang akan mengubah molase (tetes tebu) menjadi energi bersih.
Pemerintah melalui PT Pertamina bersinergi dengan PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) membangun pabrik tersebut di atas lahan seluas 10 hektare. Proyek ini merupakan bagian dari fase pertama program hilirisasi yang dikelola oleh Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara). Prosesi peletakan batu pertama (groundbreaking) telah berlangsung pada Jumat (6/2), sementara pengerjaan fisik akan dimulai pada Juni mendatang dengan target penyelesaian selama 24 bulan.
Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menyambut baik keberadaan pabrik ini sebagai kontribusi nyata pada pasokan energi bersih nasional. Ia menekankan bahwa industri ini akan memberikan dampak positif bagi para petani lokal.
“Kehadiran pabrik ini akan memaksimalkan serapan tebu petani, khususnya di Banyuwangi dan sekitarnya. Tebu tidak hanya digunakan untuk produksi gula, tetapi juga menjadi bahan baku bioetanol,” ujar Ipuk pada Sabtu (7/2).
Direktur Transformasi dan Kelanjutan Bisnis Pertamina, Agung Wicaksono, menjelaskan bahwa proyek ini diproyeksikan mampu mengurangi impor BBM hingga USD 13,9 juta atau sekitar Rp 233,52 miliar. Selain memperkuat ketahanan energi, pabrik ini juga ditargetkan menekan emisi karbon tahunan hingga 66.000 ton CO2 ekuivalen.
“Nantinya, hasil produksi akan kami kirim ke Terminal BBM Pertamina untuk disalurkan ke pasar melalui SPBU. Langkah ini sejalan dengan penggunaan Pertamax Green 95 yang sudah mulai kami implementasikan di 177 SPBU di Pulau Jawa,” jelas Agung.
Dari sisi pemenuhan bahan baku, Direktur Utama PT SGN, Mahmudi, memastikan ketersediaan molase sangat mencukupi untuk mendukung operasional pabrik. PT SGN memiliki total produksi molase hampir 700 ribu ton per tahun, sementara pabrik ini hanya membutuhkan sekitar 120 ribu ton per tahun. Pasokan tersebut akan didukung penuh oleh lima pabrik gula yang berada di sekitar kawasan Glenmore.

