Langsung ke konten utama Langsung ke navigasi utama Langsung ke sidebar Langsung ke footer
KANAL BANDUNG

Ekonomi Kota Bandung Tembus 5 Persen, Pajak Restoran Melonjak dan Event Jadi Penggerak Utama

Ekonomi Kota Bandung Tembus 5 Persen, Pajak Restoran Melonjak dan Event Jadi Penggerak Utama

KOTA BANDUNG, KANALINDONESIA.COM: Pertumbuhan ekonomi Kota Bandung tercatat berada di atas 5 persen dengan tingkat inflasi tetap terkendali di bawah 3 persen. Capaian tersebut disampaikan Muhammad Farhan saat memaparkan kondisi perekonomian daerah. Ia menilai, kinerja tersebut menunjukkan fondasi fiskal daerah semakin kuat.

Wali kota menyebutkan, penurunan angka kemiskinan ekstrem menjadi salah satu hasil positif yang dirasakan. Namun demikian, muncul tantangan baru, yakni adanya kelompok warga yang naik ke desil 6 sehingga tidak lagi masuk dalam kategori penerima Penerima Bantuan Iuran BPJS Kesehatan.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, Pemerintah Kota Bandung memastikan warga pada desil 1 hingga 5 yang belum terdaftar tetap dapat diusulkan masuk dalam skema bantuan, sembari menunggu proses transisi menuju Universal Health Coverage.

Di sisi fiskal, Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Bandung mengalami peningkatan lebih dari 15 persen. Kenaikan tersebut terutama ditopang oleh sektor restoran yang menunjukkan kepatuhan tinggi dalam pembayaran pajak.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada para pengelola restoran yang telah patuh membayar pajak 10 persen,” ujar Farhan.

Sementara itu, kontribusi pajak hotel juga masih mencatatkan pertumbuhan meski tingkat hunian mengalami penurunan. Hal tersebut dipengaruhi oleh tren kunjungan singkat atau pulang-pergi tanpa menginap. Meski demikian, penerimaan daerah dinilai tetap terjaga.

Ke depan, pemerintah daerah akan terus memperkuat perputaran ekonomi melalui penyelenggaraan festival, pertunjukan, serta berbagai ajang olahraga. Kota Bandung juga diproyeksikan menjadi tuan rumah Pekan Paralimpik Daerah serta memberikan dukungan penuh terhadap Pekan Olahraga Provinsi.

“Ekonomi itu berputar dari event-event. Persib Bandung ramai, Satria Muda Pertamina ramai. Itu menjadi motor penggerak ekonomi,” kata Farhan.

Ia menegaskan, kinerja ekonomi yang positif tersebut memberi dampak langsung terhadap pembiayaan layanan publik, sekaligus menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat Kota Bandung. (Fey)

Bagikan

Baca berita lainnya:

Tambahkan ke Preferensi Sumber Indeks Berita