PONOROGO, KANALINDONESIA.COM: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Juanda menerbitkan peringatan dini mengenai potensi cuaca ekstrem yang melanda wilayah Ponorogo dan sekitarnya. Peringatan ini berlaku mulai 1 hingga 10 Maret 2026, menyusul deteksi adanya tiga bibit siklon tropis serta masa peralihan musim (pancaroba) yang meningkatkan dinamika atmosfer di wilayah Jawa Timur.
Masyarakat perlu mewaspadai potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang sesaat. Berdasarkan pantauan terbaru pada Jumat (6/3/2026), wilayah Ponorogo masuk dalam kategori siaga terhadap dampak bencana hidrometeorologi, seperti banjir, genangan air, hingga tanah longsor di kawasan perbukitan.
Kepala Stasiun Meteorologi Juanda, Taufiq Hermawan, menjelaskan bahwa kondisi atmosfer yang labil memicu pertumbuhan awan Cumulonimbus secara masif. Fenomena ini bahkan sempat menyebabkan terjadinya hujan es di beberapa titik di Ponorogo pada awal pekan ini karena tingginya kelembapan udara yang mencapai 97 persen.
Beberapa wilayah kecamatan di Ponorogo yang terpantau memiliki potensi dampak signifikan meliputi Slahung, Ngrayun, Bungkal, Sawoo, Pulung, hingga Ngebel. Selain hujan, ancaman angin kencang juga membayangi wilayah Magetan, Ngawi, dan Pacitan yang merupakan daerah tetangga terdekat Ponorogo.
BMKG mengimbau warga untuk tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan, terutama saat beraktivitas di luar ruangan. Para pengendara disarankan untuk menghindari parkir di bawah pohon besar, baliho, atau fasilitas umum yang rawan tumbang guna menghindari risiko kecelakaan akibat embusan angin kencang yang diprediksi mencapai kecepatan 36 km/jam pada siang hari.

