Langsung ke konten utama Langsung ke navigasi utama Langsung ke sidebar Langsung ke footer
KANAL PONOROGO

Petani Desa Klepu Tewas Tertimpa Pohon Sengon di Hutan Pinus Sooko

Petani Desa Klepu Tewas Tertimpa Pohon Sengon di Hutan Pinus Sooko

PONOROGO, KANALINDONESIA.COM: Personel gabungan Polsek Sooko, Koramil, dan tim medis Puskesmas Sooko mengevakuasi jasad DRM (60), seorang petani yang ditemukan meninggal dunia di Hutan Pinus Petak 162 C, Dukuh Klepu, Desa Klepu, Kecamatan Sooko, Sabtu (14/03/2026) malam. Korban diduga kuat meninggal dunia akibat tertimpa pohon sengon laut saat sedang beraktivitas di dalam hutan.

Petugas Polsek Sooko, yang menerima laporan adanya orang meninggal di hutan langsung menuju ke tempat kejadian perkara, yang dipimpin langsung Kapolsek AKP Moh. Isa Latip.

Ditemukanya korban bermula saat keluarga mulai melakukan pencarian karena korban tidak kunjung pulang ke rumah selama dua hari. Anak korban bersama warga akhirnya menemukan korban sudah dalam keadaan tidak bernyawa di samping pohon sengon laut berdiameter 90 cm yang telah roboh.


Berdasarkan hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan pemeriksaan medis, petugas menemukan sejumlah luka serius pada tubuh korban. Luka-luka tersebut meliputi patah tulang bahu, luka lebam pada lengan, retak pada tulang kepala bagian belakang.

AKP Moh. Isa Latip menegaskan bahwa tim identifikasi tidak menemukan tanda-tanda kekerasan atau penganiayaan pada tubuh korban.

“Luka-luka yang dialami korban sinkron dengan kondisi di lapangan, yakni akibat benturan benda tumpul dari pohon yang roboh tersebut. Petani tersebut murni menjadi korban kecelakaan kerja,” ucap Kapolsek.


Di lokasi kejadian, petugas mengamankan barang bukti berupa tiga buah sabit, sepasang sepatu, dan dua botol air minum milik korban. Petugas sempat membawa jenazah ke RSUD Dr. Hardjono Ponorogo untuk menjalani visum et repertum sebelum menyerahkannya kepada pihak keluarga.

Kepala Desa Klepu, Andreas Gimin, menyampaikan duka mendalam dan mengapresiasi kecepatan petugas dalam mengevakuasi warganya meski lokasi berada di tengah hutan. Ia mengenal korban sebagai sosok petani pekerja keras dan mengimbau warga desa agar lebih waspada saat beraktivitas di kawasan hutan, terutama di dekat pohon-pohon tua yang rawan tumbang.


Pihak keluarga telah menerima kejadian ini sebagai musibah murni dan menolak tindakan autopsi. Setelah menandatangani surat pernyataan tidak menuntut pihak manapun, keluarga membawa pulang jenazah DRM untuk proses pemakaman secara keagamaan.

Bagikan

Baca berita lainnya:

Tambahkan ke Preferensi Sumber Indeks Berita