Langsung ke konten utama Langsung ke navigasi utama Langsung ke sidebar Langsung ke footer
KANAL PONOROGO

Sembari Seruput Kopi Cangkir, Staf Ahli Mendes PDTT, Ketua PWI dan Tokoh Ponorogo Diskusikan Masa Depan Desa di Masjid Tegalsari

Sembari Seruput Kopi Cangkir, Staf Ahli Mendes PDTT, Ketua PWI dan Tokoh Ponorogo Diskusikan Masa Depan Desa di Masjid Tegalsari
Staf Ahli Mendes PDT Bidang Hubungan Antar Lembaga, Sugito, S.Sos, M.H., bersama Ketua PWI Ponorogo dan sejumlah kepala desa.

PONOROGO, KANALINDONESIA.COM: Dalam suasana malam yang hening di kawasan Masjid Jami’ Tegalsari, Ponorogo pada Selasa (17/03/2026), sebuah diskusi hangat tercipta di antara para tokoh penting. Momentum menyambut malam mulia Lailatul Qadar di masjid bersejarah peninggalan Kyai Ageng Mohammad Besari ini menjadi latar pertemuan non-formal yang sarat makna.

Staf Ahli Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Bidang Hubungan Antar Lembaga, Sugito, S.Sos, M.H., hadir membaur bersama Ketua PWI Ponorogo, W. Arso, S.I.Kom, serta Kepala Badan Perencanaan Kemnaker RI, Anwar Sanusi dan sejumlah kepala desa.

Alih-alih di ruang rapat yang kaku, obrolan strategis mengenai sinkronisasi program nasional dengan potensi lokal Ponorogo ini justru mengalir deras di salah satu warung sederhana di area parkir masjid. Sambil menikmati kopi cangkir khas Ponorogo, suasana menjadi sangat “gayeng”.

Sugito menekankan bahwa inspirasi pembangunan desa seringkali lahir dari ketenangan dan kedekatan dengan akar rumput.

“Kami hadir di sini untuk menyerap aspirasi secara langsung. Dalam suasana malam yang hening dan penuh berkah ini, kita selaraskan program nasional agar benar-benar mendarat di desa-desa Ponorogo,” ujar Sugito.

Pemilihan lokasi di warung lesehan bersalas tikar yang berada di parkiran ini memberikan kesan merakyat dan santai. Aroma kopi hitam yang khas menemani obrolan mengenai pembangunan desa dan persiapan menyambut malam mulia Lailatul Qadar di masjid yang menjadi tonggak sejarah masuknya Islam di Kabupaten Ponorogo tersebut.

Sugito menekankan bahwa pembangunan desa tidak melulu soal birokrasi kaku, melainkan seringkali lahir dari obrolan santai seperti ini.

“Di tempat yang penuh sejarah ini, kita berharap mendapat keberkahan Lailatul Qadar,” ujar Sugito.

Sementara itu, Ketua PWI Ponorogo, W. Arso, yang turut mendampingi, menyoroti pentingnya peran komunikasi dalam pembangunan daerah. Baginya, suasana warung kopi adalah ruang publik yang paling jujur untuk mendengar suara rakyat.

“Diskusi santai di warung seperti ini seringkali melahirkan ide-ide brilian yang solutif. Media di Ponorogo siap mengawal program-program pusat agar implementasinya di tingkat desa transparan dan berdampak nyata bagi ekonomi kerakyatan,” kata pria yang akrab dipanggil Arso ini.

Salah satu kades yang hadir, Barno, Kepala Desa Bringinan, Kecamatan Jambon, menyambut baik kehadiran para pejabat pusat yang tidak segan duduk bersama beralaskan tikar di warung warga . Ia berharap pertemuan ini menjadi pintu masuk bagi inovasi-inovasi baru di tingkat desa.

“Kami di tingkat desa sangat mengapresiasi kehadiran Pak Sugito dan Pak Anwar Sanusi yang mau membaur. Ini suntikan semangat bagi kami untuk terus berinovasi, terutama dalam pemberdayaan masyarakat desa yang langsung menyentuh akar rumput,” ungkap Barno.

Acara yang berlangsung hingga menjelang waktu sahur ini diharapkan membawa semangat pembangunan selaras dengan kesejahteraan masyarakat di seluruh pelosok Ponorogo. (*)

Bagikan

Baca berita lainnya:

Tambahkan ke Preferensi Sumber Indeks Berita