CIREBON, KANALINDONESIA.COM: Arus balik Lebaran 1447 Hijriah di Kota Cirebon terpantau meningkat namun tetap lancar. Hal tersebut disampaikan Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, saat meninjau Posko Mudik Dinas Perhubungan (Dishub), Senin (23/03/2026).

Berdasarkan data pemantauan di lapangan, lonjakan volume kendaraan mulai terlihat pada siang hari. Pada periode pukul 13.00 hingga 14.00 WIB, tercatat sebanyak 2.720 kendaraan roda dua melintas, disusul 618 kendaraan roda empat pribadi, serta 58 angkutan umum kecil.
Jumlah tersebut kembali meningkat pada periode berikutnya. Antara pukul 14.00 hingga 15.00 WIB, kendaraan roda dua mencapai 2.835 unit, kendaraan roda empat pribadi 665 unit, serta 25 angkutan umum kecil.
“Ini menunjukkan arus balik di Kota Cirebon mulai meningkat secara bertahap, namun masih dalam kondisi terkendali dan lancar,” ujar Effendi Edo.
Pemerintah Kota Cirebon bersama unsur Forkopimda, Dishub, dan instansi terkait terus melakukan pemantauan intensif guna mengantisipasi puncak arus balik yang diperkirakan terjadi pada malam hari hingga esok pagi. Seluruh personel disiagakan untuk memastikan kelancaran lalu lintas tanpa menimbulkan kemacetan.
Menariknya, hingga saat ini tidak dilakukan penutupan jalur putar balik (u-turn), sehingga arus kendaraan tetap mengalir dengan baik. Effendi Edo menilai, kondisi arus balik tahun ini lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya. Selain tidak adanya penutupan jalan, kebijakan libur panjang juga dinilai mampu mengurai kepadatan kendaraan.
Upaya pengawasan juga diperkuat melalui pemanfaatan teknologi. Pemerintah Kota Cirebon mengoptimalkan sistem CCTV serta rekayasa lalu lintas, termasuk pengaturan durasi lampu merah di sejumlah persimpangan.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Cirebon, Andi Armawan, menyampaikan saat ini terdapat sekitar 20 titik CCTV aktif yang memantau pergerakan kendaraan secara real-time.
“Seluruh CCTV membantu kami memantau arus mudik dan balik di Kota Cirebon,” ujarnya.
Menurutnya, pemantauan visual tersebut terbukti efektif dalam mengurai kepadatan, terutama saat puncak arus mudik sebelumnya ketika kendaraan sempat sulit memasuki wilayah kota.
Selain itu, Dishub juga mengapresiasi langkah kepolisian, khususnya Polres Cirebon Kota, yang tidak menutup jalur u-turn di sejumlah titik namun tetap mampu menjaga kelancaran arus lalu lintas.
Faktor kedisiplinan pengendara turut berperan besar dalam menjaga kelancaran arus balik. Berdasarkan pantauan di lapangan, para pemudik dinilai cukup tertib mematuhi rambu lalu lintas, berhenti saat lampu merah, dan bergerak teratur saat lampu hijau.
Untuk mendukung kelancaran arus, Dishub juga menyesuaikan durasi lampu lalu lintas dari sebelumnya 60 detik menjadi 90 detik. Langkah ini dilakukan agar kendaraan dari berbagai arah dapat melintas secara bergantian tanpa terjadi penumpukan di satu titik.
Dengan kombinasi pemanfaatan teknologi dan rekayasa lalu lintas tersebut, arus balik Lebaran di Kota Cirebon hingga saat ini terpantau aman, lancar, dan terkendali.

