Langsung ke konten utama Langsung ke navigasi utama Langsung ke sidebar Langsung ke footer
Tekno

Trafik Data Indosat Melonjak 20% Saat Mudik Lebaran 2026, Jaringan Tetap Stabil Berbasis AI

Trafik Data Indosat Melonjak 20% Saat Mudik Lebaran 2026, Jaringan Tetap Stabil Berbasis AI

JAKARTA, KANALINDONESIA.COM – Trafik data PT Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat/IOH) mengalami lonjakan signifikan selama periode mudik dan Lebaran 2026. Tercatat, penggunaan data meningkat lebih dari 20 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (year-on-year), seiring tingginya mobilitas jutaan pelanggan di berbagai wilayah Indonesia.

Lonjakan tersebut sejalan dengan proyeksi Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) yang memperkirakan kenaikan trafik telekomunikasi nasional hingga 40 persen selama Ramadan dan Idulfitri 2026. Peningkatan trafik tertinggi tercatat pada rute pergerakan dari Jakarta menuju Jawa Barat yang naik lebih dari 22 persen serta ke Jawa Tengah lebih dari 37 persen.

Meski terjadi lonjakan trafik, Indosat memastikan kualitas jaringan tetap terjaga. Hal ini ditunjukkan dengan penurunan downtime hingga 20 persen selama periode Lebaran tahun ini.
Director and Chief Technology Officer Indosat Ooredoo Hutchison, Desmond Cheung, mengatakan bahwa momen mudik menjadi ujian nyata bagi ketangguhan jaringan perusahaan.

“Periode mudik dan arus balik Lebaran merupakan ujian sesungguhnya bagi ketangguhan jaringan kami. Kami bersyukur atas kepercayaan jutaan pelanggan yang mengandalkan jaringan Indosat selama momen penting ini,” ujarnya.

Ia menambahkan, capaian tersebut merupakan bagian dari transformasi Indosat sebagai perusahaan berbasis teknologi kecerdasan buatan (AI-TechCo) dalam menghadirkan layanan yang andal dan berkualitas di seluruh Indonesia.

Selama periode mudik, Indosat mengoptimalkan jaringan berbasis AI di 77 jalur mudik yang mencakup 36 ruas tol, 31 jalur non-tol, serta 10 jalur kereta api dengan total panjang sekitar 8.121 kilometer. Selain itu, sebanyak 797 titik keramaian (point of interest/POI) juga menjadi fokus penguatan jaringan.

Pemantauan jaringan dilakukan secara real-time selama 24 jam oleh lebih dari 2.500 engineer yang disiagakan di 46 kantor cabang dan 16 posko siaga di seluruh Indonesia. Upaya ini memastikan pelanggan tetap mendapatkan koneksi yang stabil, baik di jalan tol, rest area, stasiun, maupun destinasi wisata.

Data internal Indosat juga menunjukkan pola penggunaan layanan digital yang meningkat selama mudik. Aplikasi pesan instan, media sosial, dan video streaming menjadi layanan yang paling banyak diakses, dengan lonjakan tertinggi pada platform seperti WhatsApp, YouTube, dan TikTok.

Di wilayah Jakarta Raya dan sekitarnya, lonjakan trafik data tertinggi terjadi di Kabupaten Garut sebesar 56 persen, disusul Cianjur 51 persen dan Sukabumi 45 persen. Hal ini mencerminkan tingginya aktivitas digital masyarakat seiring meningkatnya mobilitas selama Lebaran.

Untuk mendukung kebutuhan pelanggan, Indosat juga menghadirkan layanan di sejumlah titik strategis, guna memastikan pengalaman komunikasi tetap lancar di tengah padatnya arus mudik.

Desmond menegaskan, Indosat tidak hanya merespons lonjakan trafik, tetapi juga mengantisipasinya melalui teknologi AI. Sistem ini mampu memprediksi potensi kepadatan jaringan hingga 60 persen lebih cepat, sehingga penyesuaian kapasitas dapat dilakukan secara proaktif.

“Bagi Indosat, periode mudik ini bukan sekadar tentang angka, tetapi tentang kepercayaan pelanggan di momen-momen paling berarti. Ini menjadi dorongan bagi kami untuk terus memperkuat kualitas dan keandalan jaringan di seluruh Indonesia,” tutupnya.

Sebagai bagian dari penguatan infrastruktur, Indosat telah meningkatkan kapasitas di lebih dari 7.000 site serta membangun lebih dari 1.600 site baru sejak April 2025. Selain itu, lebih dari 75 Mobile BTS juga disiagakan di jalur mudik, dengan total lebih dari 55.000 site aktif yang tersebar di lebih dari 420 kabupaten/kota di Indonesia.

Bagikan

Baca berita lainnya:

Tambahkan ke Preferensi Sumber Indeks Berita