BANDUNG BARAT, KANALINDONESIA.COM : Dukungan terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto terus mengalir dari berbagai kalangan, termasuk para pelaku industri kuliner profesional. Salah satunya datang dari seorang chef berpengalaman yang telah berkecimpung selama hampir dua dekade di industri makanan, baik di dalam maupun luar negeri.
Dalam sebuah acara Masak besar bersama 250 chef se-indonesia, Jumat (27/3/2026) yang mempertemukan para chef dan pelaku kuliner di Desa Pangauban, Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat, ia menyampaikan komitmennya untuk membantu menyukseskan program MBG di SPPG Pangauban melalui inovasi menu berkualitas tinggi dengan harga terjangkau.
“Kami punya misi untuk mensosialisasikan program Bapak Prabowo Subianto. Bagaimana caranya menghadirkan menu dengan harga Rp8.000 sampai Rp10.000, tapi memiliki rasa seperti makanan hotel bintang lima,” ujarnya owner Yayasan Pramaguna Nasional Hendrik Irawan.
Menurutnya, tantangan terbesar bukan hanya pada harga, tetapi bagaimana menjaga kualitas rasa dan nilai gizi agar tetap optimal. Dengan pengalaman 19 tahun di industri kuliner serta dukungan jaringan produksi yang dimilikinya, ia optimistis hal tersebut dapat diwujudkan.
Hendrik menegaskan bahwa program MBG bukan sekadar proyek ekonomi, melainkan investasi jangka panjang bagi generasi bangsa. Menu yang disajikan harus mampu memenuhi kebutuhan gizi anak-anak sebagai calon penerus masa depan Indonesia.
“Ini bukan soal mencari keuntungan. Ini tentang bagaimana anak-anak kita mendapatkan asupan gizi yang baik, sehat, dan berkualitas. Mereka adalah masa depan bangsa,” katanya.
Ia juga menyoroti adanya keluhan masyarakat terkait kualitas menu dalam program serupa sebelumnya. Oleh karena itu, kolaborasi antara chef profesional dinilai menjadi kunci untuk meningkatkan standar sajian.
Dalam kesempatan yang sama, perwakilan asosiasi chef MBG Indonesia mengajak seluruh pelaku kuliner untuk memperluas jaringan dan memperkuat kolaborasi, termasuk berbagi pengalaman dari chef yang memiliki latar belakang internasional.
“Kami berharap ke depan bisa menggelar kegiatan yang lebih besar dan melibatkan lebih banyak chef, baik dari dalam maupun luar negeri, untuk menciptakan inovasi menu yang berkualitas,” ujarnya.
Meski sempat menghadapi berbagai kritik dari publik dan netizen, chef tersebut menyampaikan permohonan maaf serta mengaku siap menerima masukan sebagai bagian dari proses pembelajaran.
“Saya mohon maaf kepada masyarakat Indonesia dan juga kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto. Kami hanya ingin program ini berhasil dan memberikan manfaat nyata,” tuturnya.
Ke depan, ia berharap kegiatan serupa dapat menjadi percontohan bagi mitra lain dalam mendukung keberhasilan program MBG secara nasional, dengan menekankan pentingnya peran chef sebagai “jantung” dari dapur profesional.
Dengan semangat kolaborasi dan inovasi, para pelaku kuliner optimistis program Makan Bergizi Gratis dapat berjalan sukses dan memberikan dampak positif bagi generasi muda Indonesia. (Fey)

