Langsung ke konten utama Langsung ke navigasi utama Langsung ke sidebar Langsung ke footer
KANAL JATIM

Ekonomi Jatim Tumbuh 5,3%, Bank Indonesia dan Pemprov Perkuat Strategi Hadapi Gejolak Global

Ekonomi Jatim Tumbuh 5,3%, Bank Indonesia dan Pemprov Perkuat Strategi Hadapi Gejolak Global

SURABAYA, KANALINDONESIA.COM: Di tengah tekanan geopolitik global, Jawa Timur dituntut memperkuat sinergi untuk menjaga stabilitas ekonomi. Hal itu mengemuka dalam forum Jatim Talk, yang digelar Bank Indonesia Perwakilan Jawa Timur, Selasa (1/4/2026).

Kepala Perwakilan BI Jatim, Ibrahim, menegaskan bahwa ekonomi Jatim tetap solid dengan pertumbuhan 5,33 persen (year on year) sepanjang 2025. Tetapi, tantangan global seperti konflik geopolitik menuntut respons adaptif dan kolaboratif.

“Sinergi lintas sektor menjadi kunci untuk menjaga momentum pertumbuhan sekaligus menghadapi risiko global,” ujarnya.

Sementara itu, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menekankan posisi strategis Jatim sebagai Gerbang Baru Nusantara. Menurutnya, penguatan investasi, hilirisasi komoditas unggulan, serta stabilitas pasokan pangan menjadi prioritas utama.

“Jawa Timur memiliki peran penting sebagai lumbung pangan nasional. Karena itu, distribusi, hilirisasi, dan kualitas SDM harus terus diperkuat,” jelasnya.

Forum yang dihadiri pemangku kepentingan mulai dari pemerintah, perbankan, pelaku usaha, hingga akademisi ini, juga menjadi bagian dari diseminasi Laporan Perekonomian Provinsi (LPP) Jawa Timur.

Kegiatan ini digelar bersama Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia dan menjadi rangkaian menuju East Java Economic Forum (EJAVEC) 2026.

Diskusi menghadirkan narasumber dari Kementerian PPN/Bappenas, Kementerian Perindustrian, perbankan, hingga akademisi Universitas Airlangga.

Hasil diskusi menegaskan bahwa tekanan global tetap berpotensi memengaruhi ekonomi daerah. Tetapi, peluang pertumbuhan masih terbuka melalui penguatan investasi, peningkatan kualitas tenaga kerja, serta pengembangan sektor unggulan.

Sebagai tindak lanjut, BI Jatim menyerahkan buku LPP yang memuat tujuh rekomendasi strategis kepada Gubernur. Di antaranya penguatan distribusi barang, percepatan hilirisasi industri, ketahanan pangan, pengembangan pariwisata dan UMKM, digitalisasi fiskal, hingga peningkatan produktivitas tenaga kerja.

Melalui forum ini, Bank Indonesia dan Pemprov Jatim berharap mampu menjaga stabilitas sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di tengah ketidakpastian global. ANto

Bagikan

Baca berita lainnya:

Tambahkan ke Preferensi Sumber Indeks Berita