Langsung ke konten utama Langsung ke navigasi utama Langsung ke sidebar Langsung ke footer
KANAL BANDUNG

Warga Giriasih Bandung Barat Ramaikan Donor Darah Rutin

Warga Giriasih Bandung Barat Ramaikan Donor Darah Rutin

BANDUNG BARAT, KANALINDONESIA.COM : Kegiatan donor darah di Desa Giriasih, Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat, terus berjalan rutin dan mendapat sambutan positif dari masyarakat. Pemerintah desa bersama Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bandung Barat telah menjalin kerja sama selama beberapa tahun untuk mendukung ketersediaan stok darah.

Kepala Desa Giriasih, Ujang Supiandi, Senin (6/4/2026) mengatakan bahwa kegiatan donor darah di wilayahnya dilaksanakan secara berkala, mengikuti jadwal dari PMI, yakni setiap satu hingga tiga bulan sekali. Dalam setiap pelaksanaan, sekitar 50 warga turut berpartisipasi sebagai pendonor.

“Alhamdulillah antusias warga cukup tinggi, terutama yang sudah rutin donor. Mereka merasa lebih sehat setelah donor, sehingga datang dengan kesadaran sendiri,” ujar Ujang.

Ia menambahkan, kegiatan ini tidak hanya bertujuan membantu sesama, tetapi juga menjadi bagian dari dukungan terhadap program Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung Barat. Sebelum donor dilakukan, seluruh peserta terlebih dahulu menjalani pemeriksaan kesehatan, termasuk pengecekan gula darah secara gratis.

“Kalau ada yang sedang konsumsi obat atau tekanan darahnya tinggi, tidak diperkenankan untuk donor. Jadi semuanya dipastikan aman,” jelasnya.

Menariknya, sebagian besar warga datang secara mandiri tanpa ajakan khusus. Bahkan, kegiatan donor darah ini kerap dimanfaatkan sebagai bagian dari gaya hidup sehat.

Sementara itu, Dini Nur’aeni selaku P2D2S PMI Kabupaten Bandung Barat mengungkapkan bahwa kegiatan donor darah di Desa Giri Asih merupakan bagian dari program Keluarga Donor Darah Sukarela (KDDS) yang telah berjalan sekitar tiga tahun.

Dari total 165 desa di Kabupaten Bandung Barat, saat ini baru sekitar 40 desa yang telah membentuk KDDS. Desa-desa tersebut, termasuk Giriasih, rutin dikunjungi mobil unit PMI setiap tiga bulan sekali.

“Di Giri Asih ini mayoritas pendonornya golongan darah O. Namun, kebutuhan darah di Bandung Barat justru yang paling sulit itu golongan A dan AB, yang masih sering kekurangan,” ungkap Dini.

Melalui kegiatan ini, pemerintah desa dan PMI berharap jumlah pendonor terus meningkat, terutama dari berbagai golongan darah, guna memenuhi kebutuhan medis masyarakat.

Dukungan berupa bingkisan seperti suplemen dan susu dari PMI juga diharapkan mampu menarik lebih banyak warga untuk berpartisipasi dalam aksi kemanusiaan ini. (Fey)

Bagikan

Baca berita lainnya:

Tambahkan ke Preferensi Sumber Indeks Berita