Langsung ke konten utama Langsung ke navigasi utama Langsung ke sidebar Langsung ke footer
KANAL BANDUNG

Kolaborasi Dinkes–PKK Bandung Barat, Pemantauan MBG Non Dik Kini Lebih Terstruktur

Kolaborasi Dinkes–PKK Bandung Barat, Pemantauan MBG Non Dik Kini Lebih Terstruktur

BANDUNG BARAT, KANALINDONESIA.COM: Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung Barat melalui Bidang Kesehatan Masyarakat (Kesmas) menggelar sosialisasi pemantauan MBG Non Dik bagi kader Pokja 3 Tim Penggerak PKK di 11 kecamatan. Acara ini digelar di Gedung BBPMP pada Kamis (16/4/2026).

Kegiatan yang melibatkan kolaborasi antara Dinas Kesehatan dan PKK ini difokuskan pada pemantauan kelompok rentan, yakni ibu hamil, ibu menyusui, balita, serta lansia.

Kepala Bidang Kesmas Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung Barat, Dr. Enung, menjelaskan bahwa sosialisasi ini bertujuan untuk memperkuat peran kader PKK dalam mendukung pelaksanaan program kesehatan di masyarakat.

“Melalui kegiatan ini, kami mengajak kader Pokja 3 TPPKK untuk berperan aktif dalam pemantauan MBG Non Dik, khususnya pada kelompok ibu hamil, ibu menyusui, dan balita,” ujarnya.

Ia menambahkan, kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari hasil Rapat Kerja Nasional PKK yang menugaskan Pokja 3 untuk ikut serta dalam pemantauan program kesehatan di tingkat desa hingga kabupaten.

Dalam pelaksanaannya, mekanisme pelaporan dilakukan secara berjenjang. Data dikumpulkan dari tingkat desa secara manual, kemudian dilaporkan ke kecamatan, dan selanjutnya diteruskan ke kabupaten melalui sistem J-Form.

“Di dalam J-Form tersebut memuat data jumlah ibu hamil, ibu menyusui, dan balita penerima manfaat. Nantinya data itu direkap di tingkat kecamatan sebelum dilaporkan ke kabupaten,” jelas Dr. Enung.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa PKK akan dilibatkan dalam Satuan Tugas (Satgas) pemantauan program, sehingga memiliki peran strategis dalam pengawasan pelaksanaan di lapangan.

“PKK akan masuk dalam Satgas, sehingga ikut memantau dan mengawasi jalannya program MBG di semua kecamatan,” katanya.

Sosialisasi ini diikuti oleh kader Pokja 3 dari seluruh kecamatan di Kabupaten Bandung Barat, yang masing-masing memiliki struktur hingga tingkat desa.

Dengan adanya kolaborasi ini, diharapkan pemantauan kesehatan masyarakat, khususnya bagi ibu dan anak serta kelompok rentan lainnya, dapat berjalan lebih optimal dan terintegrasi di seluruh wilayah Kabupaten Bandung Barat. (Fey)

Bagikan

Baca berita lainnya:

Tambahkan ke Preferensi Sumber Indeks Berita