BANDUNG BARAT, KANALINDONESIA.COM : Kondisi memprihatinkan jalan kabupaten di Desa Pakuhaji, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat, kembali menuai sorotan. Jalan yang menjadi akses vital masyarakat itu kini rusak parah dengan lubang menganga di berbagai titik, membahayakan pengguna jalan dan memicu kecelakaan.
Kerusakan yang cukup masif ini bahkan disebut telah menelan banyak korban. Warga setempat mengaku kecelakaan kerap terjadi, terutama pada malam hari saat kondisi jalan gelap tanpa penerangan memadai.
Marlia (46), salah satu warga, mengungkapkan bahwa insiden pengendara terjatuh sudah menjadi pemandangan yang sering terjadi.
“Kecelakaan sudah sering terjadi. Kami warga juga sering melihat bahkan membantu pengendara yang jatuh dari motor,” ujarnya.
Ironisnya, jalan tersebut merupakan jalur penghubung penting menuju Kecamatan Cisarua, yang setiap hari dilalui masyarakat untuk aktivitas ekonomi maupun mobilitas lainnya.
Jalan rusak ini juga menghambat perekonomian lokasi wisata yang berada di Pakuhaji. Sehingga wisatawan enggan melewati jalan tersebut dikarenakan rusak parah.
Kepala Desa Pakuhaji, Heni Wartini, tidak menampik kondisi kerusakan yang terjadi. Ia menyebut sekitar 60 persen badan jalan mengalami kerusakan dengan lubang yang cukup dalam.
“Benar, jalan di sebelah utara kantor Desa Pakuhaji mengalami kerusakan parah. Banyak lubang dalam yang sangat membahayakan,” jelasnya.
Menurut Heni, kondisi ini tidak hanya mengancam keselamatan pengguna jalan, tetapi juga berdampak langsung pada perekonomian warga. Distribusi hasil pertanian menjadi terhambat akibat akses jalan yang rusak.
Warga pun berharap Pemerintah Kabupaten Bandung Barat tidak lagi menunda perbaikan. Mereka mendesak adanya tindakan cepat sebelum jatuh lebih banyak korban.
Jika dibiarkan berlarut-larut, jalan rusak ini bukan hanya sekadar persoalan infrastruktur, tetapi telah berubah menjadi ancaman nyata bagi keselamatan dan kesejahteraan masyarakat. (Fey)

