BANDUNG BARAT, KANALINDONESIA.COM : Puluhan alumni SMK Tunas Bangsa yang berlokasi di Jalan Haji Gofur, Desa Tanimulya, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat, diduga belum menerima ijazah asli maupun fotokopi legalisir meski telah lulus sejak bertahun-tahun lalu.
Kondisi tersebut membuat para alumni kesulitan mencari pekerjaan karena tidak memiliki dokumen kelulusan yang menjadi syarat utama dalam proses rekrutmen. Sejumlah orang tua mengaku sangat resah karena masa depan anak-anak mereka terhambat hanya karena ijazah belum diserahkan pihak sekolah.
“Jangankan ijazah asli, fotokopi legalisir pun tidak diberikan. Kami hanya menerima map kosong,” ujar salah seorang orang tua alumni kepada wartawan, Selasa (19/5/2026).
Menurut pengakuan para orang tua, terdapat ijazah yang ditahan sejak satu tahun hingga lebih dari sepuluh tahun. Pihak sekolah disebut tetap menahan dokumen tersebut sampai seluruh tunggakan biaya pendidikan dilunasi.
Padahal, kata mereka, orang tua telah memohon agar sekolah setidaknya memberikan fotokopi legalisir sehingga anak-anak mereka dapat melamar pekerjaan terlebih dahulu dan menebus ijazah asli setelah kondisi ekonomi membaik. Namun permintaan tersebut tidak mendapat tanggapan.
Para orang tua menilai praktik tersebut bertentangan dengan kebijakan Gubernur Dedi Mulyadi yang secara tegas melarang sekolah menahan ijazah siswa dengan alasan apa pun, termasuk tunggakan biaya pendidikan. Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah menekankan bahwa ijazah merupakan hak mutlak peserta didik yang wajib diberikan setelah dinyatakan lulus.
Karena itu, para orang tua meminta Pemerintah Kabupaten Bandung Barat, DPRD Kabupaten Bandung Barat, dan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat segera turun tangan untuk menyelesaikan persoalan tersebut.
Mereka juga berharap Gubernur Dedi Mulyadi dapat menindaklanjuti laporan ini agar seluruh ijazah dan legalisir milik alumni segera diserahkan tanpa syarat.
“Anak-anak kami hanya ingin bekerja dan memiliki masa depan yang lebih baik. Jangan sampai hak mereka terus tertahan,” ungkap salah satu orang tua. (Fey)

