Langsung ke konten utama Langsung ke navigasi utama Langsung ke sidebar Langsung ke footer
KANAL BANDUNG

Viral! Bobrok SMK Tunas Bangsa di Bandung Barat Terkuak, Puluhan Ijazah Siswa Ditahan

Viral! Bobrok SMK Tunas Bangsa di Bandung Barat Terkuak, Puluhan Ijazah Siswa Ditahan

BANDUNG BARAT, KANALINDONESIA.COM: Buruknya tata kelola pendidikan di SMK Tunas Bangsa, Desa Tanimulya, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat, semakin terkuak. Setelah pemberitaan KANALINDONESIA.COM sehari sebelumnya, gelombang laporan dari orang tua dan siswa terus berdatangan hingga Rabu (20/5/2026).

Keluhan utama yang disampaikan adalah belum diserahkannya ijazah kepada sejumlah lulusan. Tidak hanya itu, pihak sekolah juga disebut tidak memberikan legalisir ijazah, sehingga para alumni kesulitan melamar pekerjaan maupun melanjutkan pendidikan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, diperkirakan lebih dari 30 siswa hingga kini belum menerima ijazah.

Kasus ini semakin menyita perhatian publik setelah video yang diunggah di akun TikTok Kanal Bandung viral dan ditonton 100 ribu kali bahkan terus bertambah. Video tersebut dibanjiri ribuan tanda suka dan ratusan komentar dari masyarakat yang mengaku mengalami persoalan serupa atau memberikan dukungan kepada para korban.

Tak hanya soal ijazah, banyak orang tua juga menyoroti pelayanan sekolah yang dinilai buruk dan tidak transparan. Sejumlah wali murid mengaku tetap ditagih pembayaran meskipun telah melunasi SPP. Bahkan, nominal tagihan disebut kerap berubah dan meningkat tanpa penjelasan yang jelas.

Kondisi tersebut memicu kekecewaan mendalam dari orang tua dan siswa yang merasa diperlakukan tidak adil selama menempuh pendidikan di sekolah tersebut.

Masyarakat kini mendesak Dedi Mulyadi untuk turun tangan secara langsung. Mereka meminta Pemerintah Provinsi Jawa Barat melakukan audit menyeluruh terhadap status akreditasi, perizinan operasional, serta sistem pelayanan dan pengelolaan keuangan SMK Tunas Bangsa.

Sejumlah pihak juga mendesak aparat penegak hukum dan instansi terkait untuk menyelidiki dugaan penyimpangan dalam pengelolaan dana pendidikan yang ditengarai merugikan siswa dan orang tua.

Orang tua berharap pemerintah bertindak tegas agar hak-hak siswa segera dipenuhi dan praktik yang diduga merugikan dunia pendidikan tidak kembali terulang. (Fey)

Bagikan

Baca berita lainnya:

Tambahkan ke Preferensi Sumber Indeks Berita