SURABAYA, KANALINDONESIA.COM: Bank Indonesia (BI) Jawa Timur menyiapkan sejumlah strategi untuk menjaga stabilitas ekonomi, serta mempertahankan laju pertumbuhan di tengah ketidakpastian ekonomi global yang masih membayangi sepanjang 2026.
Kepala Perwakilan BI Jawa Timur Ibrahim mengatakan, pihaknya telah menetapkan lima fokus kebijakan utama yang akan menjadi prioritas pada semester kedua tahun ini.
“Langkah ini kami harapkan mampu memperkuat daya tahan sektor keuangan. Sekaligus menjaga optimisme pelaku usaha dan masyarakat,” ujarnya dalam Media Briefing 2026 di Kantor OJK Jawa Timur, Senin (22/6/2026).
Ibrahim menambahkan, kebijakan pertama difokuskan pada penguatan instrumen moneter dan makroprudensial.
“BI akan terus melakukan stabilisasi nilai tukar melalui berbagai instrumen pasar keuangan, termasuk Non-Deliverable Forward (NDF) dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF),” tuturnya.
Selain itu, struktur suku bunga Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) tetap dijaga selaras dengan kebijakan BI Rate, yang saat ini berada di level 5,75 persen.

