PACITAN KANALINDONESIA.COM – Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengingatkan agar kader Demokrat tidak mengandalkan jabatan yang disandang untuk dikenal rakyat, tapi kerja nyata dan peduli kepada kepentingan rakyat yang justru dilihat oleh rakyat atau melainkan dari manfaat nyata para kader di tengah masyarakat.
Penegasan AHY ini disampaikan dihadapan seluruh anggota Fraksi Partai Demokrat di DPRD Provinsi maupun DPRD Kabupaten/Kota se-Indonesia untuk terus memperjuangkan aspirasi rakyat melalui kerja-kerja nyata di daerah. Pernyataan ini sekaligus menjadi instruksi AHY saat menghadiri pembukaan Gelombang Pertama Bimbingan Teknis Nasional (Bimteknas) Anggota Fraksi Partai Demokrat DPRD Provinsi dan Kabupaten/Kota se-Indonesia di Museum & Galeri SBY-Ani, Pacitan, Jawa Timur, Kamis malalm (2/7/2026).
Dalam pembekalan yang mengambil tagline “Konsolidasi Nasional Menyongsong 25 Tahun Partai Demokrat, Meningkatkan Kapasitas dalam Melanjutkan Pengabdian dan Perjuangan untuk Rakyat”, yang merupakan agenda konsolidasi sekaligus pembekalan bagi kader legislatif Demokrat untuk memperkuat kapasitas, soliditas, dan pengabdian kepada masyarakat.
“Rakyat tidak mengenal kita dari jabatan yang kita sandang. Rakyat akan mengenal kita dari manfaat yang kita hadirkan. Apa yang saudara-saudara kerjakan itulah wajah Partai Demokrat di mata rakyat,” tegas AHY.
Kepada Kader yang AHY menyampaikan tiga agenda besar yang harus menjadi pegangan bersama seluruh peserta yang hadir, yang pertama adalah terus memperjuangkan aspirasi rakyat. Langkah ini menjadi upaya agar pembangunan nasional semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat melalui penciptaan lapangan kerja, penguatan UMKM, pembangunan infrastruktur, peningkatan kualitas pendidikan, layanan kesehatan, serta pelayanan publik yang semakin baik.
Agar agenda ini berhasil AHY memerintahkan seluruh anggota DPRD Partai Demokrat untuk memperjuangkan setiap kebijakan daerah yang membuka kesempatan kerja, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, dan memberikan harapan bagi generasi muda. Ia meminta kader Demokrat tidak hanya ketika kampanye atau menjelang pemilu, melainkan setiap hari, setiap kali rakyat membutuhkan.
“Gunakan fungsi legislasi untuk melahirkan kebijakan-kebijakan yang berpihak kepada rakyat. Gunakan fungsi penganggaran agar setiap rupiah APBD memberi manfaat sebesar-besarnya. Dan gunakan fungsi pengawasan untuk memastikan pemerintahan berjalan efektif, bersih, dan akuntabel,” katanya.
AHY juga mengingatkan agar tidak memanfaatkan politik untuk sekedar tujuan kekuasan, namunsebagai jalan untuk pengabdian agar Partai Demokrat dikenal sebagai partai yang bekerja dengan bukti, menghadirkan solusi, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Partai Demokrat akan selalu mendukung setiap kebijakan pemerintah yang berpihak kepada rakyat, sekaligus menyampaikan kritik yang objektif, konstruktif, dan bertanggung jawab apabila diperlukan. Itulah politik yang dewasa,” jelasnya.
Pada agenda kedua, AHY menekankan pentingnya memperkuat konsolidasi partai melalui semangat Trust and Togetherness. Ia mengajak seluruh kader menjaga soliditas organisasi, menghormati perbedaan, serta membangun komunikasi publik yang santun, rasional, dan berempati.
Pada agenda ketiga, AHY mengajak seluruh kader menjadikan momentum 25 tahun Partai Demokrat sebagai kesempatan memperbarui komitmen perjuangan. Menurutnya, masa depan Demokrat ditentukan oleh kerja dan pengabdian yang dilakukan hari ini, bukan semata oleh capaian di masa lalu.
Menutup arahannya, AHY mengajak seluruh kader terus bekerja keras, menjaga persatuan, dan selalu berpihak kepada rakyat. Menurutnya, kemenangan terbesar Partai Demokrat bukan semata-mata memenangkan pemilu atau menambah kursi di parlemen, melainkan ketika masyarakat benar-benar merasakan manfaat dari kehadiran kader-kader Demokrat.

