SURABAYA KANALINDONESIA.COM : Sejumlah nama calon Sekretaris DPD Partai Demokrat Jatim mulai mendapat perhatian dari pemilik suara pada Musda Jatim 2026 yang belum jelas kapan akan digelar. Dua nama seperti Mas Sukur Priyanto dan Mugianto mulai mencuat dan dinilai layak menduduki posisi nomer 2 mendampingi Ketua Demokrat Jatim. Selain itu nama Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Jatim dr Agung Mulyono juga dinilai layak jadi “kuda hitam” sebagai calon sekretaris.
Mas Sukur Priyanto, dinilai layak karena punya pengalaman sebagai Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Bojonegoro sekaligus anggota DPRD Kabupaten Bojonegoro lima periode. Selanjutnya Mugianto atau yang dikenal dengan panggilan Kang Obeng yang saat ini menjabat sebagai Ketua DPC Partai Demokrat sekaligus Pelaksana Tugas (Plt.) Sekretaris DPD Partai Demokrat Jawa Timur juga punya kans besar untuk jadi sekretaris. Dan yang terakhir yaitu
dr. Agung yang saat ini mengemban amanah sebagai Pelaksana Tugas (Plt.) Bendahara DPD Partai Demokrat Jawa Timur dan Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Jatim. Namun nama terakhir kabarnya lebih memilih Sebagai Bendahara, karena sudah nyaman dengan posisi Bedahara.
Lantas seperti apa penilaian dari para Ketua DPC di wilayah Tapal Kuda.? Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Situbondo, Kabupaten Bondowoso, Kabupaten Banyuwangi, dan Kabupaten Lumajang ternyata punya pandangan sendiri terkait figur yang ideal untuk posisi Sekretaris ini.
Mereka menegaskan Sekretaris DPD diharapkan haruslah kader yang memiliki pengalaman organisasi yang kuat, mampu membangun komunikasi yang efektif, serta memahami kondisi, dinamika, dan aspirasi kader di daerah.
Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Situbondo Janur Sasra Ananda, mengatakan, Sekretaris DPD memiliki peran strategis sebagai penghubung antara kepengurusan provinsi dengan seluruh DPC di Jawa Timur maka harus memenuhi kriteria seperti komunikatif dan aspiratif.
“Kami berharap siapa pun yang nantinya dipercaya menjadi Sekretaris DPD mampu menjadi jembatan komunikasi yang baik antara DPD dan seluruh DPC di Jawa Timur. Sosok tersebut harus memahami kondisi, dinamika, dan aspirasi kader di daerah sehingga setiap kebijakan organisasi dapat berjalan selaras dengan kebutuhan di tingkat DPC.” kata Janur.
Sebab, kata Janur keberhasilan kepengurusan DPD tidak hanya ditentukan oleh figur ketua, tetapi juga oleh soliditas tim kepengurusan inti yang mampu membangun komunikasi dua arah dengan seluruh jajaran partai di daerah.
Meski sejumlah nama mulai diperbincangkan, Janur menegaskan itu mereka belum pada posisi menyebut nama yang layak di jabatan Sekretaris.
“Pandangan tersebut merupakan aspirasi mengenai kriteria kepemimpinan dan tidak ditujukan kepada nama tertentu. Penetapan kepengurusan definitif tetap menjadi kewenangan organisasi sesuai mekanisme Partai Demokrat,” pungkas Janur. Nang

