NGANJUK, KANALINDONESIA.COM: Sebuah bus tingkat (double decker) bernomor polisi B 7572 KGA milik PO Gunung Harta ludes dilalap si jago merah hingga tersisa kerangka di ruas Jalan Tol Nganjuk KM 631 pada Sabtu (1/8/2026) dini hari sekitar pukul 00.15 WIB.
Armada bus yang melayani rute Pondok Cabe (Jakarta) menuju Jember tersebut mengangkut puluhan orang, termasuk penumpang dan kru bus. Beruntung, insiden ini tidak menimbulkan korban jiwa berkat kesigapan kru bus dalam mengevakuasi seluruh penumpang saat tanda-tanda kebakaran mulai muncul.
Peristiwa bermula saat armada bus melaju di jalan tol dan mendadak mengalami gangguan sistem kelistrikan. Lampu utama serta seluruh lampu interior bus tiba-tiba padam, disusul munculnya kepulan asap pekat dari bagian depan armada.
Sopir bus yang mengemudikan kendaraan saat itu, Purwanto (61), menuturkan bahwa dirinya langsung berinisiatif mematikan sistem elektronik serta meminggirkan bus ke bahu jalan untuk melakukan evakuasi darurat.
“Sistem kelistrikan dari sekring tiba-tiba padam. Langsung sensornya saya matikan, AC-nya saya matikan, semua saya matikan. Terus saya lari ke belakang, sensor saya matikan dan aki saya lepas,” ujar Purwanto saat dimintai keterangan di lokasi kejadian, Sabtu (1/8/2026).
Menyadari bahaya yang mengancam, Purwanto bersama dua kru bus lainnya bergerak cepat membangunkan dan menuntun para penumpang agar segera keluar dari dalam bus.
“Pada saat asap mengepul di bagian depan bus, saya bangunkan sopir kedua dan kernet. Kemudian kami bertiga membangunkannya dan membantu seluruh penumpang untuk keluar. Alhamdulillah semuanya berhasil keluar dengan selamat, meskipun ada beberapa barang bawaan penumpang yang tidak sempat diselamatkan dan ikut terbakar,” tambah Purwanto.
Sebanyak 6 unit mobil pemadam kebakaran dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Nganjuk serta Madiun diterjunkan ke lokasi untuk menaklukkan kobaran api. Petugas membutuhkan waktu sekitar dua jam hingga api benar-benar padam dan proses pembasahan selesai dilakukan.
Selama proses pemadaman berlangsung, pengamanan arus lalu lintas dilakukan oleh personel Satuan Patroli Jalan Raya (Sat PJR) Jatim 6 Nganjuk bersama tim dari Jasa Marga guna mencegah kemacetan panjang.
Meski seluruh penumpang dan kru selamat, bus bermerek Volvo yang dikategorikan masih baru tersebut musnah terbakar hingga menyisakan kerangka dengan kerugian ditaksir mencapai miliaran rupiah.
“Bus ini sebenarnya armada baru, Volvo. Kerugian diperkirakan sekitar Rp3,5 miliar. Sejak saya bergabung di Gunung Harta tahun 2000-an, baru kali ini saya mengalami kejadian besar seperti ini,” ungkap Purwanto.
Penyebab pasti kebakaran hingga saat ini masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut oleh pihak kepolisian dan otoritas terkait.

