Langsung ke konten utama Langsung ke navigasi utama Langsung ke sidebar Langsung ke footer
KANAL JATIM

Fraksi PDIP DPRD Jatim: Jangan Biarkan Jawa Timur Terus Dicap sebagai Sarang Peredaran Narkobtika

Fraksi PDIP DPRD Jatim: Jangan Biarkan Jawa Timur Terus Dicap sebagai Sarang Peredaran Narkobtika

SURABAYA KANALINDONESIA COM – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur Mewanti – wanti agar semua elemen segera bergerak melakukan langkah taktis agar Jawa Timur Tidak menjadi pasar narkoba. Salah satunya wilayah Madura.

Anggota Fraksi PDI Perjuangan (PDIP) andy Firasadi mengingatkan betapa alaram ancaman Jatim atas keberadaan Narkoba terlihat nyata di depan mat. Hal ini menyusul ditemuakannya temuan Ganja 3,37 Ton di Gresik dan 5,4 Kg Sabu-Sabu di Bangkalan Madura dalam rentan 1 bulan, bulan Juli kemarin.

“Jawa Timur tidak boleh menjadi surga bagi bandar narkotika. Ini bukan hanya persoalan penegakan hukum, tetapi juga menyangkut masa depan generasi muda dan ketahanan sosial masyarakat,” tegas Andy, Sabtu (01/08/26).

Sesuai informasi yang berkembang menunjukkan data Jatim layak khawatir atas peredaran narkoba, khususnya di Pula Madura (Bangkalan, Sampang, Pamekasan dan Sumenep) meski aparat terus membongkar jaringan hingga ke tingkat bandar. Namun Andy menilai persoalan tersebut belum menunjukkan tanda-tanda mereda.

Data Polda Jawa Timur mencatat sepanjang Semester I 2026 terdapat 3.157 kasus narkotika yang berhasil diungkap dengan 4.061 tersangka, meningkat 4,54 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Bagi Andy, tingginya angka pengungkapan justru membuktikan bahwa jaringan narkotika masih menjadikan Jawa Timur, termasuk Madura, sebagai pasar sekaligus jalur distribusi yang strategis.

“Kalau setiap tahun ribuan kasus terus terungkap, artinya kita sedang menghadapi ancaman yang sangat serius. Penangkapan memang penting, tetapi negara tidak boleh kalah dalam upaya pencegahan,” ujarnya.

Anggota Komisi A DPRD Jatim ini, menilai posisi geografis Madura yang memiliki banyak akses pelabuhan rakyat dan jalur laut menjadi tantangan tersendiri. Karena itu, pengawasan terhadap pintu-pintu masuk harus diperkuat melalui sinergi antara pemerintah daerah, aparat kepolisian, BNN, TNI, hingga masyarakat.

Politisi Dapil Lamongan-Gresik ini juga mendorong Pemprov Jatim memperbesar investasi pada program pencegahan melalui edukasi di sekolah, rehabilitasi bagi korban penyalahgunaan narkoba, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat.

“Jangan biarkan generasi muda Jawa Timur kehilangan masa depan karena narkoba. Kita harus menyerang persoalan ini dari hulunya, yakni pendidikan, keluarga, dan kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.

Andy memastikan Fraksi PDI Perjuangan akan mengawal pelaksanaan Program Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN), termasuk mendorong peningkatan anggaran bagi edukasi, rehabilitasi, serta penguatan ekonomi masyarakat di wilayah yang tergolong rawan.

“Perang melawan narkoba tidak cukup hanya menangkap pelaku. Kita harus memastikan tidak ada lagi generasi muda yang menjadi korban, dan itu membutuhkan kerja bersama seluruh elemen bangsa,” pungkasnya. Nang

Bagikan

Baca berita lainnya:

Tambahkan ke Preferensi Sumber Indeks Berita