JAKARTA, KANALINDONESIA.COM: Bank Indonesia kembali menjadikan Karya Kreatif Indonesia (KKI) sebagai panggung bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk memperluas pasar.
Kegiatan ini digelar 20–23 Agustus di Hall A dan B Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta.
Mengusung tema “Penguatan Sinergi untuk Mendorong UMKM Bangkit, Tangguh, dan Berdaya Saing”, gelaran tahun ke-11 tersebut membawa semangat “Beudaya Meusare Sare” dari Aceh, yang berarti berdaya bersama-sama.
KKI tahun ini juga diarahkan untuk membantu pemulihan UMKM di Sumatera dan Nusa Tenggara Timur yang terdampak bencana alam.
Pejabat Gubernur Sementara BI Destry Damayanti mengatakan, penguatan UMKM harus dilakukan melalui tiga langkah utama.
Yakni bagaimana membangkitkan kembali usaha yang terdampak tantangan ekonomi maupun bencana, memperkuat ketahanan usaha dan akses pembiayaan, serta meningkatkan daya saing melalui inovasi dan perluasan pasar,” ujarnya, saat membuka KKI 2026 bersama Ketua Dewan Kerajinan Nasional Selvi Gibran Rakabuming.
“Bangkit, tangguh, dan berdaya saing menjadi tiga kata kunci penguatan UMKM ke depan,” tambahnya.
Ia menegaskan, KKI 2026 melibatkan lebih dari 550 UMKM secara luring dan lebih dari 1.300 UMKM secara daring.
“Jumlah tersebut meningkat dibandingkan KKI 2025 yang diikuti 362 UMKM secara langsung dan lebih dari 1.100 UMKM secara online,” tuturnya.
Beragam produk ditampilkan, mulai wastra, fesyen, aksesori, kriya, home decor, kopi, makanan dan minuman olahan hingga potensi desa wisata.
Selain pameran, terdapat 44 rangkaian kegiatan, termasuk business matching pembiayaan, ekspor dan value chain, talkshow, showcase UMKM serta berbagai program digital.
UMKM Jawa Timur turut mendapat panggung. Sebanyak 17 UMKM binaan BI Jawa Timur tampil langsung di JICC, sedangkan 55 UMKM lainnya mengikuti pameran secara daring.
Kepala Perwakilan BI Jawa Timur Ibrahim mengatakan, pihaknya secara konsisten membina 67 UMKM dari sektor wastra, kriya, fesyen, kopi hingga makanan dan minuman olahan.
“Penguatan dilakukan melalui peningkatan kapasitas usaha, akses pembiayaan, perluasan pasar dan digitalisasi,” ujarnya.
“Jawa Timur sendiri memiliki sekitar 2,57 juta unit UMKM yang menyerap 96,3 persen tenaga kerja. Ini berkontribusi lebih dari 57 persen terhadap PDRB daerah. KKI 2026 pun menjadi momentum bagi UMKM Jatim memperluas jejaring sekaligus membuka peluang pasar nasional dan ekspor,” tambahnya.
BI juga menekankan aspek keberlanjutan melalui program KKI Bijak, yang mengusung konsep zero emission, zero waste to landfill dan pengembangan zona hijau. ANto

