Langsung ke konten utama Langsung ke navigasi utama Langsung ke sidebar Langsung ke footer
KANAL MADIUN

KAI Tambah Perjalanan Kereta Madiun-Jakarta, Mobilitas Penumpang Tembus 1 Juta Orang

KAI Tambah Perjalanan Kereta Madiun-Jakarta, Mobilitas Penumpang Tembus 1 Juta Orang
Istimewa

MADIUN, KANALINDONESIA.COM: Mobilitas masyarakat melalui jalur kereta api dari wilayah Madiun terus meningkat. PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 7 Madiun menambah perjalanan kereta api tujuan Jakarta di tengah tingginya kebutuhan transportasi masyarakat.

Tambahan perjalanan tersebut menjadi kabar terbaru bagi warga Madiun dan daerah sekitar yang hendak bepergian menuju Jakarta. Kereta tambahan yang melintas di wilayah Daop 7 Madiun adalah KA Gajayana Tambahan relasi Malang–Madiun–Gambir.

Manager Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari, mengatakan penambahan perjalanan dilakukan sebagai bagian dari kesiapan KAI menghadapi peningkatan kebutuhan mobilitas masyarakat.

“Langkah penambahan tersebut merupakan bagian dari kesiapan KAI dalam menyediakan layanan transportasi bagi masyarakat dengan tetap mengutamakan keselamatan, kenyamanan, dan kelancaran operasional perjalanan kereta api,” ujar Tohari di Madiun, Minggu (6/9/2026).

Penumpang Tembus 1 Juta Orang

Tingginya mobilitas masyarakat melalui jalur kereta api terlihat dari data Daop 7 Madiun selama Agustus 2026.

KAI mencatat 1.018.161 pelanggan menggunakan kereta api jarak jauh untuk melakukan perjalanan selama Agustus 2026. Jumlah tersebut meningkat sekitar 15 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025 yang mencapai 881.850 pelanggan.

Tohari menyebut kenaikan tersebut menunjukkan kereta api masih menjadi pilihan masyarakat untuk bepergian.

“Peningkatan kinerja angkutan penumpang Daop 7 Madiun pada periode Agustus 2026 ini mencatat tren positif yang menunjukkan bahwa moda transportasi kereta api masih menjadi pilihan utama masyarakat dalam bepergian,” kata Tohari.

Dari total tersebut, sebanyak 519.006 pelanggan tercatat naik atau diberangkatkan, sedangkan 499.155 pelanggan turun di berbagai stasiun dalam wilayah operasional Daop 7 Madiun.

KA Gajayana Tambahan Melintas Madiun

KA Gajayana Tambahan relasi Malang–Gambir berangkat dari Stasiun Malang pukul 20.15 WIB. Kereta tersebut kemudian melintas di Blitar, Kediri, dan Madiun sebelum melanjutkan perjalanan menuju Jakarta.

Untuk wilayah Madiun, KA tersebut dijadwalkan tiba di Stasiun Madiun pukul 00.24 WIB dan berangkat kembali pukul 00.29 WIB.

Tohari mengatakan KAI terus memantau perkembangan kebutuhan perjalanan masyarakat sekaligus menyesuaikan layanan dengan kondisi operasional.

“KAI terus memastikan masyarakat memiliki akses transportasi kereta api yang aman dan nyaman melalui penyesuaian layanan perjalanan. Setiap pengaturan perjalanan dilakukan dengan memperhatikan kesiapan sarana, prasarana, serta aspek keselamatan,” ujarnya.

Imbas Aktivitas Gunung Anak Krakatau

Penyesuaian perjalanan tersebut juga berkaitan dengan meningkatnya kebutuhan transportasi masyarakat akibat kondisi vulkanik Gunung Anak Krakatau.

KAI melakukan pemantauan terhadap perkembangan situasi dan berkoordinasi untuk memastikan perjalanan kereta api tetap aman dan terkendali.

Kondisi tersebut juga mendorong operator kereta api di sejumlah daerah menambah kapasitas perjalanan menuju Jakarta. KAI Daop 8 Surabaya, misalnya, menambah 1.032 kursi kereta tujuan Jakarta pada 7 September 2026 sebagai alternatif transportasi masyarakat di tengah dampak erupsi Gunung Anak Krakatau.

Penumpang Diminta Pantau Informasi Resmi

KAI mengimbau calon penumpang memastikan jadwal perjalanan sebelum berangkat. Informasi terbaru dapat dipantau melalui aplikasi Access by KAI, situs resmi KAI, serta kanal informasi resmi lainnya.

Tohari juga meminta pelanggan datang lebih awal ke stasiun dan mengikuti arahan petugas.

“KAI mengajak pelanggan untuk datang lebih awal ke stasiun, memastikan jadwal perjalanan, serta mengikuti arahan petugas agar perjalanan berlangsung dengan aman dan nyaman,” kata Tohari.

Bagikan

Baca berita lainnya:

Tambahkan ke Preferensi Sumber Indeks Berita