Langsung ke konten utama Langsung ke navigasi utama Langsung ke sidebar Langsung ke footer
KANAL SURABAYA

PT Terminal Petikemas Surabaya Gelar Sosialisasi Bisnis Operasional Bersama GINSI Jatim

PT Terminal Petikemas Surabaya Gelar Sosialisasi Bisnis Operasional Bersama GINSI Jatim

SURABAYA, KANALINDONESIA.COM : Dalam rangka memperingati momentum Bulan Pelanggan tahun ini, PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) memperkuat kolaborasi strategis bersama para pemangku kepentingan dengan menghelat sosialisasi khusus bagi anggota Gabungan Importir Nasional Seluruh Indonesia (GINSI) Jawa Timur.

Pertemuan interaktif yang dihelat di Ruang Toba TPS ini sukses menarik antusiasme tinggi dari 85 pelaku usaha impor, sekaligus menjadi sarana krusial untuk mengoptimalkan efisiensi alur logistik dan menyelaraskan pemahaman prosedur kepelabuhanan.

Mengusung semangat Bulan Pelanggan, TPS menghadirkan narasumber dari internal, Bea Cukai Tanjung Perak dan Balai Karantina Ikan, Hewan dan Tumbuhan Jawa Timur. Kehadiran ketiga
institusi ini mencerminkan sinergitas layanan kepelabuhanan, kepabeanan dan karantina yang menjadi bagian penting dalam kelancaran arus barang impor di pelabuhan.

Dalam sosialisasi tersebut, peserta mendapatkan pemahaman menyeluruh mengenai proses bisnis operasional impor di TPS, mulai dari persiapan pembongkaran petikemas, proses discharge dan delivery, mekanisme pengajuan layanan melalui platform digital, hingga berbagai prosedur pemeriksaan yang melibatkan otoritas kepabeanan dan karantina.

Materi juga mencakup penjelasan alur layanan behandle fisik, joint inspection, pemeriksaan X-Ray, serta berbagai layanan karantina seperti Direct Behandle Karantina, Yard Behandle Karantina, fumigasi dan pemeriksaan kulit mentah garaman.

Melalui kegiatan ini, para importir memperoleh gambaran yang lebih komprehensif mengenai hubungan antarproses yang dijalankan oleh terminal, Bea Cukai dan Karantina.

Pemahaman yang baik terhadap setiap tahapan layanan diharapkan dapat membantu pengguna jasa merencanakan kegiatan impor secara lebih efektif, meningkatkan kepatuhan terhadap regulasi, sekaligus
memperlancar proses pengeluaran barang dari pelabuhan.

Sekretaris Perusahaan TPS, Erika Asih Palupi, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen TPS untuk terus meningkatkan kualitas layanan dan mempererat hubungan dengan pelanggan.

“Bulan Pelanggan menjadi momentum bagi TPS untuk lebih dekat dengan pengguna jasa sekaligus membangun kesamaan pemahaman terkait proses bisnis operasional di terminal. Melalui sosialisasi ini, kami ingin menghadirkan informasi yang utuh mengenai layanan yang melibatkan TPS, Bea Cukai dan Karantina sehingga pengguna jasa dapat memahami alur proses secara menyeluruh dan memanfaatkan layanan yang tersedia secara optimal,” ujar Erika.

Menurut Erika, kolaborasi yang kuat antarinstansi menjadi faktor penting dalam menciptakan layanan logistik yang efisien, transparan, dan memberikan kepastian bagi pelanggan.

“Kehadiran Bea Cukai Tanjung Perak dan Balai Karantina Ikan, Hewan dan Tumbuhan Jawa Timur dalam kegiatan ini menunjukkan komitmen bersama untuk membangun sinergitas layanan. Kami berharap komunikasi yang terjalin melalui forum ini dapat memperkuat koordinasi dengan para importir serta mendukung kelancaran arus barang dan rantai pasok nasional,” tambahnya.

Sebagai terminal petikemas yang melayani arus perdagangan internasional dan domestik, TPS terus berupaya menghadirkan layanan prima yang berorientasi pada kebutuhan pelanggan.

Melalui kegiatan edukasi dan sosialisasi yang dilaksanakan secara berkala, TPS berharap dapat meningkatkan pengalaman pelanggan sekaligus mendukung terciptanya ekosistem logistik yang semakin terintegrasi dan berdaya saing. (SNT)

Bagikan

Baca berita lainnya:

Tambahkan ke Preferensi Sumber Indeks Berita