Langsung ke konten utama Langsung ke navigasi utama Langsung ke sidebar Langsung ke footer
KANAL SURABAYA

Perkuat Garda Terdepan, Terminal Teluk Lamong Bekali Satpam Sosialisasi Anti Gratifikasi dan WBS

Perkuat Garda Terdepan, Terminal Teluk Lamong Bekali Satpam Sosialisasi Anti Gratifikasi dan WBS

SURABAYA, KANALINDONESIA.COM : Sebagai garda terdepan yang berinteraksi langsung dengan pengguna jasa, personel pengamanan PT Terminal Teluk Lamong (TTL) dibekali pemahaman mendalam mengenai pengendalian gratifikasi dan pemanfaatan Whistleblowing System (WBS) demi menjaga integritas perusahaan.

Guna memastikan operasional pelabuhan yang bersih dan bebas dari praktik lancung, PT Terminal Teluk Lamong (TTL) secara khusus menggencarkan edukasi anti-suap serta mekanisme pelaporan pelanggaran bagi seluruh anggota Port Security.

Sosialisasi dibuka oleh Abu Hasan Asyari dari Unit Pengendali Gratifikasi TTL. Ia memaparkan bentuk dan risiko gratifikasi, hingga tata cara penanganan benturan kepentingan di lapangan.

Melalui kegiatan ini, perusahaan menegaskan sikap menolak gratifikasi sekaligus memantapkan pemahaman personel mengenai mekanisme pelaporannya.

Dilanjutkan dengan pemaparan penerapan WBS oleh Muhammad Hariyanto dari Satuan Pengawas Internal TTL, untuk mengedukasi tentang pentingnya melaporkan dugaan pelanggaran secara cermat dan bertanggung jawab.

Lewat sistem WBS, TTL mendorong terciptanya budaya kerja yang transparan serta menjamin kerahasiaan dan keamanan pelapor.

Corporate Secretary PT Terminal Teluk Lamong, Syaiful Anam, menyebutkan bahwa pemahaman mengenai tata kelola dan integritas sangat krusial bagi personel di lapangan. “Tim pengamanan adalah garda terdepan pelayanan di lingkungan terminal yang berinteraksi langsung dengan pelanggan dan pemangku kepentingan. Sosialisasi ini penting agar seluruh personil tegas menolak segala bentuk benturan kepentingan, dan mampu menjalankan tugas pengamanan dengan profesional,” ujarnya.

“Pengendalian gratifikasi dan Whistleblowing System adalah bagian penting dari budaya integritas. Penerapannya bukan sekadar formalitas aturan, melainkan komitmen yang harus dijalankan secara konsisten oleh seluruh insan perusahaan,” tambah Anam.

Kegiatan berlangsung interaktif. Para peserta antusias memanfaatkan sesi diskusi untuk berkonsultasi mengenai berbagai situasi yang berpotensi mereka hadapi dalam tugas sehari-hari.

Langkah ini sejalan dengan visi dan nilai dasar Danantara Indonesia yang menempatkan kepatuhan, transparansi, serta disiplin tata kelola sebagai prioritas tertinggi demi menjaga integritas dan keberlanjutan perusahaan. (SNT)

Bagikan

Baca berita lainnya:

Tambahkan ke Preferensi Sumber Indeks Berita