PONOROGO, KANALINDONESIA.COM: Kebakaran melanda kawasan hutan Perhutani di Gunung Sadranan, Desa Broto, Kecamatan Slahung, Kabupaten Ponorogo, Senin (21/9/2026). Petugas gabungan bersama warga bergerak cepat memadamkan api sehingga kebakaran tidak meluas.
Babinsa Desa Broto Koramil 0802/10 Slahung, Serka Komari Rudiyanto, bersama Bhabinkamtibmas Polsek Slahung, petugas Perhutani, dan masyarakat setempat mulai menangani kebakaran sekitar pukul 09.30 WIB.
Api membakar sekitar 1 hektare lahan yang ditumbuhi tegakan pohon alba dan ilalang di kawasan Perhutani RPH Slahung. Lokasi kebakaran berada pada koordinat 8.025252018S-111.4009991E.
Kondisi vegetasi yang mengering akibat musim kemarau membuat kawasan tersebut mudah terbakar. Ilalang dan tanaman perdu di bawah tegakan pohon menjadi bahan bakar yang mempercepat penyebaran api.
Serka Komari Rudiyanto mengatakan masyarakat bersama unsur terkait meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau karena kondisi hutan sangat rentan terhadap kebakaran.
“Saat musim kemarau seperti ini memang rentan kebakaran hutan di wilayah kami. Maklum tanaman perdu di bawah pohon-pohon Alba milik Perhutani RPH Slahung ini berupa alang-alang yang mudah terbakar,” kata Serka Komari.
Menurutnya, kesiapsiagaan seluruh unsur masyarakat menjadi faktor penting untuk mencegah api meluas. Begitu menerima informasi mengenai kebakaran, unsur terkait langsung berkoordinasi dan menuju lokasi.
“Kami bersama Bhabinkamtibmas, petugas Perhutani dan warga masyarakat Desa Broto telah siap mengatasi kebakaran hutan agar tidak meluas,” ujarnya.
Petugas kemudian membuat sekat pada area yang terbakar untuk memutus jalur rambatan api. Mereka memanfaatkan peralatan tradisional yang tersedia untuk mengendalikan kobaran api di tengah kawasan hutan.
Serka Komari menjelaskan, komunikasi cepat antarwarga menjadi salah satu kunci penanganan kebakaran hutan di wilayah tersebut.
“Kuncinya adalah koordinasi. Siapapun di antara kami, komponen masyarakat Desa Broto, bila melihat kebakaran hutan segera menyampaikan di grup-grup komunikasi. Selanjutnya dilaksanakan pemadaman lahan hutan yang terbakar secara terkoordinir,” jelasnya.
Ia menambahkan, petugas terlebih dahulu melokalisasi titik api agar kobaran tidak menjalar ke vegetasi lain.
“Menggunakan peralatan tradisional yang tersedia di alam hutan, kita lokalisir potensi kebakaran, lalu dengan hati-hati kami padamkan api,” pungkasnya.
Upaya bersama tersebut berhasil mengendalikan kebakaran. Petugas memadamkan seluruh titik api sekitar pukul 11.30 WIB.
Dalam penanganan tersebut, Serka Komari Rudiyanto mendapat dukungan Bhabinkamtibmas Polsek Slahung, dua petugas Perhutani, serta sejumlah warga Desa Broto.
Kesigapan warga dan petugas dalam melakukan pelokalan serta pemadaman membuat kebakaran hanya membakar sekitar 1 hektare kawasan hutan dan tidak merambat lebih luas.

