Langsung ke konten utama Langsung ke navigasi utama Langsung ke sidebar Langsung ke footer
KANAL PONOROGO

RSUD Bantarangin Raih Juara II Ponorogo Inotek Award 2026 Lewat Inovasi SAKTI

RSUD Bantarangin Raih Juara II Ponorogo Inotek Award 2026 Lewat Inovasi SAKTI

PONOROGO, KANALINDONESIA.COM:  RSUD Bantarangin Kabupaten Ponorogo berhasil meraih Juara II dalam ajang Ponorogo Inovasi dan Teknologi (Inotek) Award 2026. Prestasi tersebut diraih melalui inovasi bertajuk SAKTI yang berfokus pada efisiensi anggaran dan digitalisasi pelayanan radiologi rumah sakit.

Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi terhadap upaya RSUD Bantarangin dalam menghadirkan pembaruan sistem pelayanan kesehatan, khususnya melalui pemanfaatan teknologi untuk menyederhanakan proses kerja, meningkatkan efisiensi operasional, dan memberikan kemudahan bagi pasien.

Direktur RSUD Bantarangin, drg. Enggar Tri Adji Sambodo, mengatakan penghargaan tersebut bukan sekadar pencapaian institusi, melainkan hasil kerja keras seluruh tim dalam menghadirkan solusi atas persoalan nyata di lingkungan rumah sakit.

“Bagi kami, raihan Juara II Inotek Award 2026 bukan sekadar piala atau pengakuan seremonial, melainkan apresiasi atas kerja keras seluruh tim yang berupaya menjawab kendala nyata di lapangan. Inovasi ini lahir dari empati terhadap pasien dan kebutuhan efisiensi layanan rumah sakit,” ungkap Enggar.

Menurutnya, penghargaan tersebut juga membuktikan bahwa fasilitas pelayanan kesehatan daerah memiliki kemampuan menghadirkan gagasan solutif, terukur, dan bernilai guna bagi masyarakat.

Enggar menilai Ponorogo Inotek Award menjadi katalisator penting dalam membangun ekosistem inovasi di lingkungan pemerintahan daerah.

Melalui ajang tersebut, pemerintah daerah dinilai mampu mendorong organisasi perangkat daerah (OPD) dan masyarakat untuk terus mengembangkan terobosan, bukan sekadar menjalankan rutinitas pelayanan seperti biasa.

“Inisiatif ini sangat penting agar tata kelola birokrasi dan layanan publik di Ponorogo terus relevan, adaptif, serta berbasis data dan teknologi,” jelasnya.

Bagi RSUD Bantarangin, capaian Juara II Ponorogo Inotek Award 2026 bukan menjadi titik akhir pengembangan inovasi. Sebaliknya, penghargaan tersebut menjadi dorongan untuk memastikan SAKTI terus berkembang dan memberikan manfaat secara berkelanjutan.

Enggar menegaskan, pekerjaan inovasi yang sesungguhnya justru dimulai setelah pengumuman pemenang. Karena itu, rumah sakit telah menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk menjaga keberlanjutan program tersebut.

Langkah pertama adalah melakukan penyempurnaan dan evaluasi secara berkelanjutan atau continuous improvement. Evaluasi diperlukan agar sistem tetap sesuai dengan kebutuhan pelayanan dan mampu mengikuti perkembangan teknologi.

Kedua, memastikan inovasi SAKTI tidak hanya menjadi proyek sementara untuk mengikuti kompetisi, tetapi benar-benar terintegrasi dalam Standar Prosedur Operasional (SOP) pelayanan harian RSUD Bantarangin.

Selain itu, rumah sakit juga membuka peluang kolaborasi dan replikasi agar model inovasi tersebut dapat dikembangkan oleh fasilitas pelayanan kesehatan lainnya.

“Bagi kami, kompetisi tidak selesai saat pengumuman juara, tetapi pekerjaan inovasi yang sesungguhnya baru dimulai. Kami ingin memastikan inovasi ini terus disempurnakan, menjadi bagian dari SOP harian, dan manfaatnya bisa berkelanjutan,” tegas Enggar.

Ke depan, RSUD Bantarangin berharap inovasi SAKTI tidak hanya meningkatkan efisiensi internal rumah sakit, tetapi juga menjadi bagian dari transformasi pelayanan kesehatan daerah yang semakin modern, efektif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

Prestasi dalam Ponorogo Inotek Award 2026 tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa inovasi pelayanan publik dapat dimulai dari persoalan sederhana di lapangan, kemudian dikembangkan menjadi solusi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Sementara itu, Kepala Seksi Pelayanan Penunjang RSUD Bantarangin, apt. Nora Yustyananingrum, S.Farm., M.Farm., menjelaskan bahwa inovasi SAKTI berangkat dari persoalan efisiensi anggaran sekaligus kebutuhan membangun ekosistem digitalisasi pelayanan rumah sakit.

Bagikan

Baca berita lainnya:

Tambahkan ke Preferensi Sumber Indeks Berita